PSJB Ambal Warsa: 44 Tahun Nguri-uri Sastra Jawa, Berencana Hadirkan Buku Ajar Bahasa Jawa

SEREMONI: Nono Warnono saat menyerahkan pucuk tumpeng untuk Wabup Nurul Azizah dalam ulang tahun ke-44 PSJB. (Foto: Dinkominfo Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA – Nono Warnono dan para kadang beranjangsana di Waroeng Bucu Coffe turut Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, Rabu (22/7/2026).

Mereka para sastrawan dan pegiat sastra Jawa. Berhimpun dalam Pamarsudi Sastra Jawa Bojonegoro (PSJB), komunitas pelestari sastra Jawa di Bojonegoro sejak 1982.

Di warung tidak jauh dari Sungai Bengawan itu, Nono Warnono dan para kadang sedang merayakan ambal warsa atau ulang tahun PSJB yang ke-44. Jelang separuh abad.

Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah hadir dalam acara tersebut. Dia turut bersuka, menerima pucuk tumpeng pembuka acara, dan dhahar bersama.

Dalam sambutannya, Wabup Nurul Azizah mengucapkan selamat kepada para sedulur PSJB, atas ulang tahun PSJB ke-44 pada tahun ini.

“Atas nama Pemkab Bojonegoro, saya mengucapkan selamat kepada PSJB yang sekarang berusia 44 tahun,’’ tuturnya.

Wabup Nurul Azizah juga menyampaikan terima kasih kepada PSJB. Selama ini telah aktif berupaya nguri-uri atau melestarikan sastra dan bahasa Jawa di Bojonegoro.

Menurut dia, sastra dan bahasa Jawa penting. Perlu perhatian semua pihak. Pemkab Bojonegoro tetap memasukkannya sebagai muatan lokal dalam kurikulum pendidikan SD dan SMP.

‘’Agar generasi kita tetap memegang teguh bahasa Jawa. Tidak kehilangan Jawa-nya,’’ imbuhnya.

Nono Warnono selaku Ketua PSJB menyampaikan terima kasih atas kehadiran sekaligus perhatian Wabup Nurul Azizah terhadap sastra dan bahasa Jawa, serta PSJB.

Sastrawan tinggal di Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Bojonegoro ini mengemukakan, sejak PSJB terbentuk pada 1982, memang terus nguri-uri sastra dan bahasa Jawa di Bojonegoro.

Selain sering menghelat acara sastra Jawa, para anggota PSJB telah menelurkan banyak karya. Menerima penghargaan tingkat regional maupun nasional.

‘’Saat ini, tantangannya adalah bagaimana menggugah anak-anak muda mempelajari sastra Jawa,” imbuhnya.

Baca Juga :  Wakil Panglima TNI Kunker di Lamongan dan Bojonegoro, PLN UP3 Bojonegoro Jamin Keandalan Pasokan Kelistrikan

Oleh karena itu, penerima Penghargaan Sastra Rancage 2014 ini mengatakan, PSJB berencana menghadirkan buku ajar bahasa Jawa untuk anak-anak SD dan SMP di Bojonegoro.

‘’Kami berharap bisa berkolaborasi dengan Pemkab Bojonegoro mengenai buku ajar bahasa Jawa ini,’’ jelasnya.

Menurut mantan guru dan pengawas sekolah negeri ini, buku ajar bahasa Jawa untuk anak-anak SD dan SMP penting. Akan dirancang punya corak khusus. Sesuai budaya Jonegaran.

‘’Supaya anak-anak kita bisa lebih mudah dalam memahaminya,’’ tutur pria kelahiran 1964 silam itu.

Lebih lanjut, Nono Warnono menandaskan, PSJB akan terus istikamah nguri-uri sastra Jawa di Bojonegoro. Menjadi ruang para sastrawan dan pegiat sastra Jawa.

Untuk diketahui, selain seremoni potong tumpeng dan anjangsana, perayaan ulang tahun PSJB yang ke-44 ini juga diisi sarasehan mengenai penerbitan karya sastra Jawa.

Narasumbernya Wibowo Basuki dari Majalah Jaya Baya dan Kukuh S. Wibowo dari Majalah Panjebar Semangat. Sementara, sastrawan Bojonegoro Arieyoko menjadi moderator. (sab/kza)

error: Content is protected !!