BOJONEGORORAYA – Paket destinasi wisata Wonderful Padangan cocok digunakan outing class para siswa. Belajar sambil bertamasya. Mengunjungi tempat bersejarah, religi, wisata alam, dan budaya.
Pembelajaran di luar kelas (outing class) sudah terbiasa bagi siswa. Terutama siswa taman kanak-kanak (TK) atau raudhatul athfal (RA). Hingga siswa pendidikan anak usia dini atau kelompok bermain (play group).
Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Bojonegoro menyambut baik konsep paket wisata terpadu itu. Wonderful Padangan.
Ketua IGTKI Bojonegoro Anita Juliati mengatakan, kegiatan outing class bisa untuk mengunjungi destinasi wisata. Ada banyak hal yang bisa menjadi sarana belajar siswa.
‘’Misalkan edukasi pembuatan ledre makanan khas Bojonegoro di Kecamatan Padangan,” ujarnya kepada Bojonegoro Raya Senin (27/6/2026).
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono telah me-launching paket wisata Wonderful Padangan. Beberapa destinasi terintegrasi. Meliputi, Waduk Tirta Agung, Museum Padangan Heritage, pusat produksi ledre, Masjid Darul Muttaqin, Embung Ngradin, dan Waduk Sonorejo.
Paket lengkap Wonderful Padangan, mulai destinasi alam, wisata air, sejarah, religi, hingga kuliner.

IGTKI Sambut Baik Wonderful Padangan
Saat outing class para siswa bisa bersama-sama mengasah keterampilan, kreativitas, dan mengenal lingkungan. Selaras, saat ini terdapat program pra-siaga dari Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Kemendikdasmen.
‘’Kegiatan pra pengenalan Pramuka kepada anak PAUD, misalnya bisa berlangsung di lokasi sekitar Waduk Tirta Agung atau Sonorejo,” ungkapnya.
Menurut Anita , kegiatan tersebut merupakan hal baru yang bisa implementasi dengan kurikulum. Pihaknya dan jajaran pengurus IGTKI telah merencanakan kegiatan tersebut 2027 mendatang.
‘’Kami telah lama ingin menerapkan konsep itu. Para guru juga sudah mendapat pelatihan. Tinggal implementasinya,” katanya.
Namun, IGTKI Bojonegoro perlu melihat kondisi masing-masing destinasi wisata sebelum melangkah. Perlu menyesuaikan kebutuhan pembelajaran anak-anak PAUD.
‘’Sehingga bisa cocok untuk pembelajaran anak-anak seperti apa,” ujarnya.
Menurut Anita, berharap pengelola paket wisata atau kecamatan, mengajak pengurus IGTKI dan para guru berkunjung terlebih dahulu.
Mumpung masih promosi, untuk memetakan destinasi mana sekiranya cocok agenda outing class anak-anak usia PAUD.

Himpaudi: Butuh Kolaborasi dengan Kecamatan dan Disbudpar
Senada, Ketua Himpaudi Bojonegoro Siti Erwiyanti mengatakan, destinasi wisata Wonderful Padangan relevan dengan kegiatan outing class. Anak-anak PAUD bisa belajar sambil mengunjungi tempat bersejarah, religi, dan panorama alam.
Erwiyanti menjelaskan, suguhan bentang alam wisata waduk bisa untuk belajar anak-anak belajar di alam terbuka. Anak-anak akan senang jika kegiatan outing class berada di alam terbuka.
“Anak-anak pasti akan senang jika mengajak outing class di beberapa lokasi Wisata Padangan,” ujarnya.
Menurut Erwiyanti, outing class yang selama ini berlangsung sesuai tema. Misalkan, materi keselamatan, mengajak anak-anak PAUD ke kantor Pemadam Kebakaran (Damkar). Juga, berkunjung ke perpustakaan daerah, saat materi tentang literasi dan membaca.
Menurutnya, butuh kolaborasi lintas instasi pendidikan dan dinas pariwsata dan kebudayaan hingga pemerintah kecamatan. Agar kebutuhan memajukan destinasi wisata dengan kebutuhan anak-anak PAUD bisa berjalan beriringan. (man/kza)

