Program Pengentasan Kemiskinan Digencarkan, Angka Kemiskinan Bojonegoro Turun 0,80 persen

16/10/2026
BERKEMBANG: Lasmini saat menunjukkan Domba Kesejehteraan yang telah beranak-pinak. (Foto: Dinkominfo Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA – Sali sangat bungah. 2025 lalu dia mendapat bantuan sepasang domba dari Pemkab Bojonegoro, melalui program Domba Kesejahteraan. Dan, bungah itu terus merekah. Dia merawat sepasang domba yang dia terima dengan gemati. Sepenuh hati.

‘’Waktu pertama dapat, saya bahkan memandikannya dan menyisir bulunya empat hari berturut-turut,” kenangnya, Selasa (6/10/2026).

Kini, ungkap warga Desa Begadon, Kecamatan Gayam itu, sepasang domba bantuan Pemkab Bojonegoro pada 2025 tersebut telah beranak-pinak. Dari sepasang, menjadi enam ekor. Satu ekor sudah dijual untuk merenovasi kandang agar lebih luas, layak, dan nyaman.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, lanjut Sali, dia menjadi buruh tani dan melakoni sembarang pekerjaan halal. Ke depan, dia berharap domba-dombanya terus berkembang. Menjadi peternakan besar. Menjadi usaha yang menopang penghasilan utama.

‘’Saat ini, ada dua domba betina sedang bunting. Semoga nanti sukses beranak, bisa tambah empat ekor lagi,’’ harap Sali.

Lasmini juga penerima sepasang domba dari Pemkab Bojonegoro melalui program Domba Kesejahteraan. Warga Desa Ngraho, Kecamatan Gayam ini menerima bantuan tersebut pada 2025. Kini, telah berkembang biak menjadi tujuh ekor.

‘’Domba-domba ini sangat membantu ekonomi keluarga kami. Saat butuh biaya besar yang mendadak, bisa dijual satu. Tidak bingung cari uang,’’ ujarnya.

Kisah Sali di Desa Begadon dan Lasmini di Desa Ngraho itu satu gambaran apik tentang program Domba Kesejahteraan. Keluarga prasejahtera bisa punya aset produktif. Punya sarana menunu berdaya. Kemiskinan pun dapat ditekan dan dientaskan.

Selain Domba Kesejahteraan, ada lagi program Pemkab Bojonegoro yang napasnya serupa. Di antaranya, Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) dan Kolam Lele Keluarga (Kolega). Semuanya bantuan aset produktif. Diterima ribuan keluarga prasejahtera.

Baca Juga :  Animo CFD Menjalar di Kepohbaru, Baureno, dan Ngasem, Ceruk Baru Ekonomi Desa

Angka Kemiskinan Turun 0,80 persen, Berkurang 9,97 ribu Jiwa

Pada 2026 ini, berbagai program Pemkab Bojonegoro untuk mengentaskan kemiskinan itu, tampak membuahkan hasil. Pekan ini BPS Bojonegoro merilis, angka kemiskinan di Bojonegoro sebesar 10,69 persen. Turun 0,80 persen atau berkurang 9,97 ribu jiwa ketimbang 2025 lalu.

Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah bersyukur atas statistik terbaru kemiskinan tersebut. Dia mengatakan, penurunan angka kemiskinan di Bojonegoro sebesar 0,80 persen itu signifikan. Penurunan paling besar nomor lima se-Jawa Timur.

Dengan penurunan 0,80 persen, lanjut Wabup Nurul Azizah, Bojonegoro makin menjauhi papan atas kabupaten/kota termiskin di Jawa Timur. Selama delapan tahun terakhir, Bojonegoro selalu berada di 11 besar. Kini, turun di 12 besar.

‘’Selama delapan tahun terakhir, kita di 11 besar. Dengan penurunan 0,80 persen ini, kita membaik dan bergeser ke 12 besar,’’ ungkapnya, Rabu (14/10/2026) pagi.

Selain menjauhi papan atas kabupaten/kota termiskin di Jawa Timur, Bojonegoro juga makin unggul dibandingkan kabupaten tetangga atau sekitar. Pasalnya, angka kemiskinan Ngawi tercatat di 5 besar, Tuban 6 besar, Lamongan 10 besar.

‘’Penurunan angka kemiskinan ini bukti nyata berbagai program intervensi kemiskinan yang digulirkan Pemkab Bojonegoro, membuahkan hasil,’’ tandasnya.

Wabup Nurul Azizah merefleksi, menurunkan angka kemiskinan bukan hal mudah. Bukti bahwa segenap unsur dan OPD Pemkab Bojonegoro di bawah Bupati Setyo Wahono telah bekerja keras. Berjuang dalam sinergi dan kolaborasi. (sab/kza)