SMPN 1 Sumberrejo Atensi Literasi Siswa, Praktik Menulis Berita hingga Pengembangan Media

PRAKTIK: Para siswa SMPN 1 Sumberrejo saat belajar menulis berita dalam pelatihan jurnalistik, Rabu (11/2/2026) pagi. (Foto: M. Lukman Hakim/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — SMPN 1 Sumberrejo Bojonegoro menaruh atensi tinggi terhadap pengembangan literasi para siswanya.

Salah satu wujudnya, sekolah unggulan itu menggelar kegiatan pengembangan literasi untuk para siswanya, melalui pelatihan jurnalistik.

Khorij Zaenal Assrori dan M. Lukman Hakim menjadi pemateri dalam pelatihan di Ruang PBG SMPN 1 Sumberrejo pada Rabu (11/2/2026) pagi tersebut.

Dua jurnalis Bojonegoro Raya itu memaparkan aneka hal. Di antaranya tentang jurnalis, berita, media, hingga pengembangan media sekolah.

Para siswa menjadi peserta pelatihan, begitu antusias. Anak-anak tergabung dalam OSIS SMPN 1 Sumberrejo itu aktif bertanya. Interaktif. Asyik.

Usai sesi materi, para siswa peserta pelatihan juga diajak berpraktik menjadi jurnalis. Mereka terjun liputan, wawancara, menulis berita.

Ketua OSIS SMPN 1 Sumberrejo Wedar Sabda Aji mengaku senang mengikuti pelatihan jurnalistik bersama Bojonegoro Raya.

‘’Ini pengalaman baru. Ada praktik mencari berita. Tadi saya liputan tentang Kantin Spensas (SMPN 1 Sumberrejo, red),’’ ujarnya, Rabu (11/2/2026) siang.

Wedar sapaannya berharap, pelatihan tersebut bisa mengembangkan literasinya, menambah pengetahuan dan keterampilan jurnalistiknya.

Hal senada diungkapkan siswa peserta pelatihan bernama Syifa. Dia dan kelompoknya meliput tentang geliat Koperasi SMPN 1 Sumberrejo.

“Usai pelatihan ini, semoga kami bisa menulis dengan lebih baik, bisa membuat berita,” harapnya.

Sementara itu, Waka Kurikulum SMPN 1 Sumberrejo Wiwik Dwi Rahayu bersyukur pelatihan jurnalistik untuk para siswanya berjalan lancar dan menyenangkan.

Dia menyebut, pelatihan jurnalistik itu upaya pihaknya dalam memberi bekal kepada siswa. Agar, para siswa kenal dan tahu  jurnalistik sejak remaja.

“Anak-anak juga bisa belajar bagaimana menulis artikel yang cerdas dan tanggung jawab. Menulis dari narasumbernya. Tidak mengarang,” paparnya.

Wiwik berharap, pelatihan jurnalistik bersama Bojonegoro Raya itu berkelanjutan. Ujungnya menghasilkan produk jurnalistik siswa yang berkualitas.

Baca Juga :  Pelatihan Jurnalistik di SMPN 1 Ngraho: Memahami Berita, Opini, hingga Fotografi

‘’Nanti beritanya tidak hanya dari dalam sekolah. Tapi juga dari luar sekolah. Bisa meliput potensi-potensi di sekitar sekolah,’’ tuturnya. (man/sab)

error: Content is protected !!