BOJONEGORORAYA — Para camat di Bojonegoro tidak boleh leha-leha di masa kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati (Wabup) Nurul Azizah.
Mereka dituntut aktif menjadi kepanjangan tangan bupati dan wabup di kecamatan. Termasuk, mengawal agenda pembangunan yang bergulir di desa-desa turut kecamatannya.
‘’Posisi camat sangat penting,’’ tegas Bupati Wahono dalam Rapat Koordinasi dan Pengendalian Program/Kegiatan OPD Pemkab Bojonegoro, Rabu (4/3/2026) kemarin.
Dalam rapat di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro itu, 28 camat se-Bojonegoro hadir. Para kepala dinas dan badan di bawah otoritas Pemkab Bojonegoro hadir pula.
‘’Seluruh camat harus rajin berkoordinasi dengan pemerintah desa dan aktif berkomunikasi dengan masyarakatnya,’’ imbuh Bupati Wahono.
Dengan koordinasi dan komunikasi, Bupati Wahono meneruskan, para camat bisa memahami potensi dan kebutuhan wilayah berikut masyarakatnya secara lebih komprehensif.
‘’Pahami kondisi demografi dan geografi wilayah (kecamatan, red). Sehingga, perencanaan dan realisasi program bisa lebih tepat sasaran,’’ jelasnya.
Bupati Wahono menyarikan, para camat harus visioner, koordinatif, tegas, responsif, dan berintegritas. Mampu mencari solusi atas masalah atau keresahan masyarakat di kecamatan.
‘’Hadirlah (camat, red) di tengah masyarakat. Jawab berbagai tantangan yang ada. Responsif dan solutif,’’ tandas Bupati Wahono.
Wabup Nurul Azizah menyampaikan hal senada. Dia menegaskan, para camat harus aktif memantau wilayahnya. Wajib mengawal realisasi setiap program Pemkab Bojonegoro.
Wabup Nurul Azizah meneruskan, camat menjadi penyalur usulan pembangunan desa ke Pemkab Bojonegoro. Maka, harus paham betul potensi dan kebutuhan desa di kecamatannya.
‘’Prioritas pembangunan 2026 ini jalan, jembatan, gedung sekolah, serta perekonomian dan pariwisata. Mana yang paling prioritas, bantu usulkan,’’ tuturnya. (sab/kza)

