BOJONEGORORAYA — Kendati tidak bertitel Kota Pendidikan, kaliber pendidikan di Bojonegoro cukup diperhitungkan dunia. Setidaknya, di level Asean hingga Asia.
Salah satu buktinya, Bojonegoro menjadi tuan rumah olimpiade sains dan matematika tingkat Asia. Untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Olimpiade tersebut bertajuk Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary and Secondary Schools (ASMOPSS) 2025. Digelar di Hotel Aston Bojonegoro. Dibuka Selasa (11/11/2025) malam.
Dalam pembukaan olimpiade itu, Founder ASMOPSS Yohanes Surya mengatakan, ASMOPSS merupakan olimpiade pertama di Asia yang menggabungkan dua mata pelajaran. Matematika dan sains.
Aneka soal dalam ASMOPSS, kata pria bergelar profesor fisika itu, disusun unik. Mengintegrasikan sejumlah tantangan memecahkan masalah. Butuh kolaborasi, kreativitas, pemikiran kritis.
Selama 15 tahun, lanjut fisikawan pelatih Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) sejak 1993 itu, ASMOPSS telah menyatukan generasi muda dari berbagai kawasan atau belahan dunia.
“Mendorong mereka berpikir melampaui batas, belajar dengan gembira, serta meyakini bahwa sains dan matematika adalah pengetahuan menarik sekaligus transformatif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Anwar Mukhtadlo bersyukur ASMOPSS 2025 dapat dihelat di Bojonegoro. Total, ada 155 siswa jenjang SD dan SMP mengikuti olimpiade itu.
Sebanyak 155 siswa peserta ASMOPSS 2025 dimaksud, ungkap Tadlo sapaannya, berasal dari enam negara di Asia. Meliputi Indonesia, Kazakstan, Filipina, Tajikistan, Thailand, dan Vietnam.
“Dari Bojonegoro sendiri, ada 12 siswa. Kami berharap mereka semua mampu bersaing dengan siswa-siswa lain dari Asia itu,” imbuh mantan Kepala Bappeda Bojonegoro tersebut.
Lebih lanjut, Tadlo juga berharap, ASMOPSS 2025 ini jadi ajang yang mengenalkan Bojonegoro di kancah Asia. Serta, wadah silaturahmi antara siswa Bojonegoro dengan para siswa Asia.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono juga hadir dalam pembukaan ASMOPSS 2025 itu. Dalam sambutan, dia menyampaikan rasa bangga Bojonegoro telah didapuk sebagai tuan rumah.
“Kami sangat berterima kasih dan bangga karena Bojonegoro telah dipercaya menjadi tuan rumah ASMOPSS 2025 ini,” tuturnya.
Menurut dia, hal itu turut menopang langkah nyata mewujudkan cita-cita Bojonegoro dalam menciptakan generasi muda yang ‘emas’, berilmu, dan berdaya saing. (sab/kza)

