Bupati Wahono Ingin Koperasi menjadi Penyerap Utama Hasil Bumi

HASIL BUMI: Terong hasil panen petani Kecamatan Kedewan dimuat truk, beberapa waktu lalu. Bisa diserap dan dihilirisasi oleh koperasi. (Foto: Lukman Hakim/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Serupa Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono punya atensi terhadap eksistensi koperasi.

Dia ingin masyarakat Bojonegoro kembali akrab dengan koperasi. Memahami koperasi sebagai lembaga kolektif dalam mewujudkan kemandirian ekonomi.

‘’Koperasi tidak boleh lagi dianggap sekadar papan nama atau wadah simpan pinjam skala kecil masa lalu,’’ tutur Bupati Wahono.

Tentu, seiring perkembangan zaman, koperasi harus turut menyesuaikan pula. Koperasi perlu lebih modern, digital, dan semakin akuntabel.

Lebih dari itu, Bupati Wahono ingin koperasi memimpin hilirisasi produk unggulan Bojonegoro. Baik sektor pertanian, peternakan, atau lainnya.

‘’Kita ingin koperasi hadir sebagai penyerap utama hasil bumi Bojonegoro. Agar, kemandirian ekonomi daerah benar-benar terwujud,’’ jelasnya.

Keinginan-keinginan itu disampaikan Bupati Wahono dalam Upacara Hari Koperasi, Hari Keluarga, dan Hari Anak Nasional.

Upacara memperingati tiga momen sekaligus tersebut, digelar di halaman Gedung Putih, Pemkab Bojonegoro, Jumat (17/7/2026) pagi.

Bupati Wahono saat menjadi pembina upacara, Jumat (17/7/2026) pagi. (Foto: Bag. Prokopim Setda Bojonegoro)

Untuk diketahui, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim), ada sebanyak 452 unit koperasi di Bojonegoro pada 2025.

Terdiri dari 26 Koperasi Unit Desa (KUD), 4 Koperasi Industri Kecil dan Kerajinan Rakyat, 355 Koperasi Simpan Pinjam (KSP), dan 67 Koperasi Lainnya.

BPS Jatim merilis data koperasi di Bojonegoro ini dalam publikasi Statistik Potensi Desa Jawa Timur 2025. Diterbitkan 10 Desember 2025.

Dalam data dipublikasikan di website resminya itu, BPS Jatim tidak menyebutkan adanya Koperasi Merah Putih (KMP) di Bojonegoro.

Yang pasti, per awal Juli 2026 ini, sudah terbentuk 430 KMP di Bojonegoro. Sebanyak 396 KMP sudah membangun gerai masing-masing.

Dari 396 KMP telah bangun gerai, belum semuanya rampung. Baru 85 KMP resmi beroperasi, menurut data DisdagkopUM Bojonegoro. (sab/kza)

Baca Juga :  Menko Pratikno Pulang ke Bojonegoro, Tinjau Kick Off CKG di SMPN 1 Padangan
error: Content is protected !!