BOJONEGORORAYA โ Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro diam-diam terus memastikan profesionalitas dan kedisiplinan para ASN Pemkab Bojonegoro.
Tanpa woro-woro, badan pembina ASN Pemkab Bojonegoro berkantor di Jalan Teuku Umar, perkotaan Bojonegoro tersebut menggelar operasi atau razia, Rabu (10/12/2025) siang.
Bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bojonegoro, BKPP Bojonegoro menyisir sejumlah warung kopi di perkotaan Bojonegoro dalam operasi itu.
Hasilnya, BKPP Bojonegoro menjaring delapan ASN. Mereka ngopi di saat jam kerja. Pede. Santai. Mengenakan seragam dinas.
Hal itu diutarakan Kepala BKPP Bojonegoro Hari Kristianto. Dia mengemukakan, operasi itu dilangsungkan pihaknya selama dua jam. Sejak pukul 13.00โ15.00 WIB.
“Selama dua jam, kami datangi beberapa warung kopi di perkotaan Bojonegoro. Total, mendapati delapan ASN sedang ngopi,” ujarnya, Rabu (10/12/2025) malam.
Pejabat akrab disapa Hari itu mengutarakan, delapan ASN terjaring operasi tersebut pegawai berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Bojonegoro.
Adapun, Hari menegaskan, aktivitas ngopi di warung kopi saat jam kerja serupa dilakukan delapan ASN tersebut, merupakan hal yang tidak patut.
”Itu menganggu produktivitas kinerja dan pelayanan publik,” tegasnya.
Tentu, lanjut Hari, pihaknya langsung menegur delapan ASN dimaksud. Meminta mereka segera kembali ke kantor untuk bekerja sebagaimana mestinya.
”Selain itu, kami akan melakukan pembinaan intensif kepada mereka,” imbuh mantan Camat Balen tersebut.
Dalam pembinaan, delapan ASN itu akan diberikan pemahaman ulang tentang kode etik, tanggung jawab, dan komitmen ASN sebagai pelayan masyarakat.
“Tujuannya, agar kesadaran diri mereka benar-benar kuat. Lebih patuh, semakin berdisiplin,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hari menyampaikan, operasi serupa akan digencarkan. Menyasar lebih banyak warung kopi atau tempat lain yang dicurigai menjadi pos ngeblong ASN.
”Operasi ini wujud komitmen Pemkab Bojonegoro dalam membudayakan ASN profesional, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan optimal kepada masyarakat,” pungkasnya. (sab/kza)


