Doanya Terijabah, Perawat RS Aisyiyah Bojonegoro Jadi Petugas Kesehatan Haji di Tanah Suci

TERPILIH: Retno Mei Nur Ika, perawat dari RS Aisyiyah yang berangkat ke Tanah Suci sebagai petugas kesehatan haji. (Foto: Istimewa)

Retno Mei Nur Ika terpilih sebagai petugas kesehatan haji. Doanya di depan Kakbah terijabah. Jadi kado terindah.

BOJONEGORORAYA — Rasa syukur memenuhi hati Retno Mei Nur Ika. Dia berangkat ke Tanah Suci, mendampingi ribuan jemaah haji. Bertindak sebagai Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) atau petugas kesehatan haji 2025 ini.

Perawat dari Rumah Sakit (RS) Aisyiyah Bojonegoro itu mengenang, ada proses panjang yang dilalui untuk menjadi petugas kesehatan haji. Namun, lirih doa pada akhir tahun sebelumnya, merupakan awal dari itu semua.

Persisnya, pada September 2024, Retno Mei Nur Ika menunaikan ibadah umroh. Di depan Kakbah, dia melirihkan berbagai doa. Salah satunya, berdoa agar bisa menjadi petugas kesehatan haji di Tanah Suci.

“Alhamdulillah, doa itu terijabah. Saya terpilih jadi petugas kesehatan haji tahun ini,” ujar Retno Mei Nur Ika saat dihubungi Bojonegoro Raya, Senin (19/5/2025).

Perempuan yang menjadi perawat di RS Aisyiyah Bojonegoro sejak 20 tahun lalu itu mengutarakan, hingga kini perasaannya masih campur aduk. Bahagia dan haru berpadu satu. Doanya terijabah secepat itu.

“Berangkat ke Tanah Suci sebagai petugas haji ini juga kado terindah. Sebab, Mei ini bulan kelahiran saya,” imbuh perempuan kelahiran 24 Mei 1982 itu.

Karena itu, Retno Mei Nur Ika benar-benar tidak bisa berhenti bersyukur. Pada hari ulang tahunnya ke 42 akhir pekan ini, dia telah mendapat hadiah tidak disangka-sangka.  Yang juga sarat berkahnya.

“Pokoknya, saya sangat bersyukur. Saya akan menjalankan amanah (petugas kesehatan haji, red) ini dengan baik dan penuh tanggung jawab,” tandas Retno Mei Nur Ika.

Sarjana Keperawatan lulusan Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Lamongan ini melanjutkan, selain dirinya, ada tiga TKHI atau petugas kesehatan haji lain dari Bojonegoro.

Baca Juga :  Jemaah Haji Bojonegoro Mulai Berangkat, Perjalanan Suci dan Ikhtiar Sehat
MENGEMBAN AMANAH: Retno Mei Nur Ika (paling kanam) dan tiga petugas kesehatan haji lain asal Bojonegoro, terima amanah untuk bertugas di Makkah–Madinah. (Foto: Istimewa)

Tiga petugas kesehatan haji dimaksud yakni dr. Utami Sanjaya dari RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, perawat Ninik Musriani dari Puskesmas Balen, dan perawat Muh. Solikin dari Puskesmas Purwosari.

“Kami bertugas mendampingi dan memberi layanan kesehatan untuk para jemaah haji embarkasi Surabaya. Terutama, para jemaah haji asal Bojonegoro,” jelasnya.

Lebih lanjut, perawat RS Aisyiyah Bojonegoro yang tinggal di Asrama Brimob Bojonegoro itu mengatakan, dia dan tiga petugas kesehatan haji dari Bojonegoro berangkat ke Asrama Haji Surabaya, Selasa (20/5/2025).

“Besoknya, kami terbang ke Tanah Suci. Mohon doa. Supaya kami dan para jemaah haji terus sehat dan selamat. Kembali ke keluarga tanpa kurang suatu apa,” pungkasnya.

Untuk diketahui, selain dr. Utami Sanjaya, Retno Mei Nur Ika, Ninik Musriani, dan Muh. Solikin sebagai TKHI, Pemkab Bojonegoro juga mengirim dr. Ratih Wulandari untuk mengurus pelayanan kesehatan jemaah haji.

dr. Ratih Wulandari merupakan Direktur RSUD Sumberrejo, Bojonegoro. Dalam pelaksanaan ibadah haji 2025, dia didapuk sebagai Petugas Haji Daerah (PHD) Pelayanan Kesehatan Embarkasi Surabaya. (sab/kza)

error: Content is protected !!