BOJONEGORORAYA — PLN menghimbau seluruh masyarakat, termasuk masyarakat Bojonegoro, agar waspada terhadap upaya penipuan yang mengatasnamakan petugas PLN.
Terkhusus, penipuan dengan modus penawaran penutup kWh meter atau layanan tertentu. Masyarakat diminta lapor jika menemukan indikasi penipuan dimaksud.
Manager PLN UP3 Bojonegoro Danang Setiawan mengungkapkan, modus marak ditemui di lapangan ialah pelaku mengaku sebagai petugas PLN. Menawarkan layanan tertentu, minta uang muka
“Perlu kami tegaskan bahwa petugas resmi PLN selalu menjalankan tugas sesuai prosedur,” ujarnya, Senin (19/1/2026) siang.
Danang sapaannya mengungkapkan, petugas lapangan PLN selalu mengenakan seragam resmi, membawa surat tugas, serta mengenakan tanda pengenal yang dapat diverifikasi.
“Masyarakat berhak menolak dan mengonfirmasi jika menemukan pihak yang tidak dapat menunjukkan identitas resmi tersebut,” jelasnya.
Danang meneruskan, seluruh transaksi pembayaran layanan kelistrikan hanya dilakukan via aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123, atau dengan datang langsung ke kantor layanan PLN terdekat.
“PLN tidak pernah meminta pembayaran melalui transfer ke rekening pribadi, tautan tidak resmi, maupun menggunakan nomor pribadi untuk keperluan transaksi,” tegasnya.
Danang meminta, apabila masyarakat menemukan atau mengalami indikasi penipuan yang mengatasnamakan PLN, diharapkan segera melapor melalui kanal yang telah disediakan.
“Masyarakat bisa melapor di PLN Mobile atau Contact Center 123, agar dapat ditindaklanjuti,” katanya. (*)


