Pegawai Dinsos Patungan, Donasi Air Bersih Kirim ke 7 Desa Terdampak Kekeringan

29/09/2026
BUTUH AIR: Warga kompak bersama-sama mengambil air bersih di penampungan. Air bersih dari donasi para pegawai Dinsos Bojonegoro. (Foto: Istimewa/ Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Penggalangan donasi untuk menyalurkan air bersih mulai gigih. Patungan. Mengingat bencana kekeringan melanda 74 desa di Bojonegoro. Warga mengalami krisis air bersih. Butuh mendesak.

Donasi air bersih sesarengan oleh pegawai dan staf Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro. Para pegawai menginisiasi aksi penggalangan dana mandiri. Menyisihkan uang pribadi.

Donasi terkumpul membantu meringankan beban masyarakat terdampak krisis air. Penyaluran berlangsung selama tiga hari berakhir Selasa (29/9/2026).

Titik penyaluran air bersih di tujuh desa di Bojonegoro. Jumlah distribusi air bersih bervariasi. Ada yang mengirim 8 liter. Hingga ada 10.000 liter air bersih. Pengiriman memakai truk tangka.

‘’Kegiatan ini murni dari inisiatif teman-teman karyawan dan karyawati Dinsos Bojonegoro. Kami bergotong-royong mengumpulkan donasi untuk menyalurkan langsung ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih,’’ kata Kepala Dinas Sosial Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto.

Menurut Antok sapaannya, bahwa aksi sosial ini merupakan wujud kepekaan dan tanggung jawab moral aparatur pemerintah dalam merespons kesulitan warga di tengah musim kemarau. Butuh air bersih.

‘’Bantuan ini dapat meringankan beban kebutuhan air sehari-hari bagi warga yang membutuhkan,” tutur pria pernah menjabat Camat Baureno tersebut.

Jadi Inisiasi Berdonasi Air Bersih Lagi

Adapun penyaluran air bersih selama tiga hari di tujuh desa berlangsung secara bertahap. Koordinasi dengan warga setempat.

Misalnya, Selasa (29/9/2026) menyalurkan air bersih di empat desa di Kecamatan Kedungadem. Meliputi Desa Balongcabe, Desa Ngrandu, Desa Kendung, dan Desa Kesongo. Masing-masing setiap desa satu tangki berisi 8.000 liter.

Sebelumnya, Sabtu (26/9/2026) mengirim air bersih ke Dusun Tegaron, Dusun Kalitengah, Desa Gamongan, Kecamatan Tambakrejo. Di dua dusun tersebut mengirim sebanyak 2 tangki atau sekitar 10.000 liter.

Baca Juga :  Puluhan Motif Batik Jonegaran Dipamerkan, Terbaru Motif Puspa Jati dan Gayatri

Berlanjut, Minggu (27/9/2026) mengirim air ke Kecamatan Sumberrejo. Meliputi Desa Sumuragung sebanyak 2 tangki dengan volume 10.000 liter. Serta, Desa Bogangin sebanyak 1 tangki berisi 5.000 liter.

Menurut Antok, melalui aksi kepedulian ini, dinsos berharap dapat memberikan manfaat kepada warga mengalami kekeringan.

Sekaligus memotivasi serta menginspirasi berbagai pihak lain untuk turut serta. Mengajak bergotong royong membantu sesama di tengah situasi darurat kekeringan. (sab/kza)