Pesta Rakyat HJB 349: Ribuan Warga Riuhkan Alun-Alun, UMKM Kelarisan, Sandur Sita Perhatian

25/10/2026
DUDUK DI KERAMAIAN: Ribuan warga Bojonegoro saat meriuhkan Alun-Alun Bojonegoro dalam pesta rakyat HJB 349. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)
DUDUK DI KERAMAIAN: Ribuan warga Bojonegoro saat meriuhkan Alun-Alun Bojonegoro dalam pesta rakyat HJB 349. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Pesta rakyat merayakan Hari Jadi ke-349 Bojonegoro (HJB 349) di Alun-Alun Bojonegoro pada Sabtu (24/10/2026) malam, berlangsung sangat meriah. Ribuan warga tumplek blek. Datang bersama keluarga, pasangan, atau sekadar teman.

Dalam pesta rakyat bertajuk Bojonegoro Bahagia Car Free Night (BBCFN) bercampur Festival Sandur itu, ribuan warga Bojonegoro juga berjejalan melarisi dagangan UMKM di alun-alun. Baik pakai kupon gratis dari Pemkab Bojonegoro, maupun pakai uang sendiri.

Di bagian lain, pameran karya siswa-siswi SD hingga SMA di Bojonegoro tidak kalah ramai. Pengunjung memenuhi sepanjang lorongnya. Melihat-lihat aneka karya siswa-siswi. Mulai makanan, minuman, busana, karya seni dan kriya, hingga benda-benda purbakala.

Satu pertunjukan Sandur berlakon Lemah Ninggal Warah di panggung Festival Sandur, menjadi hiburan dalam pesta rakyat malam tersebut. Ribuan warga menonton seksama. Ada yang duduk di kursi depan panggung. Banyak pula duduk lesehan di rerumputan sambil ngemil jajanan.

Suci salah satu pengunjung pesta rakyat itu. Warga Kelurahan Ledok Kulon, perkotaan Bojonegoro ini mengaku senang sekali. Sudah lama tidak ada acara besar dan merakyat di Alun-Alun Bojonegoro. BBCFN dan Festival Sandur untuk merayakan HJB 349, mengobati kerinduan tersebut.

‘’Sudah bertahun-tahun tidak ada acara seperti ini di alun-alun. Saya senang sekaligus bernostalgia. Dulu, waktu saya kecil, kan sering ada expo di sini. Suasananya mirip seperti ini,’’ tuturnya, Sabtu (24/10/2026) malam itu.

Dita warga Desa Kalitidu, Kecamatan Kalitidu juga salah satu pengunjung pesta rakyat tersebut. Dia mengaku gembira. Dapat menikmati keramaian dan jajan bersama anak dan suaminya. Selain itu, dia bisa menonton pertunjukan Sandur pula, kesenian khas Bojonegoro.

‘’Saya baru pertama ini lihat Sandur. Bagus, unik, lucu, serius, bercampur aduk. Terselip pesan-pesan kehidupan. Sempat merinding juga. Karena, lakonnya seperti kisah nyata,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  UT Bojonegoro Miliki 36 Jurusan, Komitmen Mencetak Wiraswasta Muda

Terpisah, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Lukiswati mengatakan, pesta rakyat bersirobok dengan Festival Sandur itu upaya Pemkab Bojonegoro menghadirkan acara yang berorientasi pada berkembangnya perekonomian dan seni budaya lokal Bojonegoro.

‘’Sebagai kesenian khas Bojonegoro, kami ingin dan akan terus mendorong Sandur dikenal luas oleh publik,’’ tutur Lukiswati saat memberikan sambutan, Sabtu (24/10/2026) malam itu.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi pesta rakyat HJB 349 tersebut. Dia senang masyarakat antusias dengan BBCFN, melarisi dagangan UMKM-UMKM, sembari menonton Sandur.

‘’Kita semua berharap Bojonegoro selalu adem. Kita jalin sinergi untuk membangun Bojonegoro yang lebih baik,’’ imbuh putra Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini.

Sekadar diketahui, Bupati Wahono datang dalam pesta rakyat HJB 349 ini bersama jajaran. Termasuk, Wabup Bojonegoro Nurul Azizah. Sebelum pertunjukan Sandur dimulai, keduanya menyerahkan penghargaan kepada para pemenang sejumlah lomba rangkaian Festival Sandur. (*)