RS Onkologi Bojonegoro Batal Terealisasi, Ganti RSUD Kalitidu

DIREVISI: Eks The Residence di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu. Semula direncanakan menjadi RS onkologi. Kini menjadi RSUD Kalitidu. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA — Rencana Pemkab Bojonegoro untuk memiliki rumah sakit (RS) onkologi, batal terealisasi.

Meski saat ini bangunannya sudah berdiri, RS direncanakan khusus untuk penderita kanker itu tidak akan pernah ada.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Ninik Susmiati tidak menampik hal tersebut.

Dia mengakui, rencana RS onkologi di tepi Jalan Raya Bojonegoro–Cepu turut Desa Talok, Kecamatan Kalitidu itu, batal.

Namun, fasad calon RS onkologi yang sudah kadung dibangun, tidak akan mangkrak atau terbengkalai.

‘’Akan menjadi RSUD Kalitidu,’’ ujarnya kepada Bojonegoro Raya, Selasa (13/1/2026) petang.

Ninik sapannya mengklaim, itu dilakukan sesuai anjuran regulasi. Bahwa, saat ini tidak ada lagi RS bersifat khusus.

Pada 2026 ini, lanjut dia, pihaknya akan memberikan sentuhan pembangunan untuk eks calon RS onkologi.

Sarana dan prasarananya akan diperlengkap. Dipermak. Sehingga, dapat ideal menjadi RSUD Kalitidu.

‘’RSUD Kalitidu nanti direncanakan bertipe D. Layanan unggulannya kesehatan jiwa,’’ imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, ambisi Pemkab Bojonegoro untuk memiliki RS onkologi mencuat pada 2022 lalu.

Aset tanah sekitar 21 hektare bekas lahan The Residence (mess Pertamina EP Cepu) di Desa Talok, jadi lokus pembangunan.

Pascarencana matang, pembangunan RS onkologi tahap pertama pun dimulai pada 2023. Tahap dua pada 2024.

Total, pagu anggaran pembangunan RS onkologi pada 2023 dan 2024 tersebut mencapai Rp 34,7 miliar. (sab/kza)

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro dan ExxonMobil Cepu Limited Berkolaborasi Realisasikan Program Gayatri
error: Content is protected !!