358 Warga Bojonegoro Terjangkit HIV/AIDS

Ilustrasi Penderita HIV/AIDS.

BOJONEGORORAYA – Penyakit HIV/AIDS masih membayangi kesehatan masyarakat di banyak daerah. Di Bojonegoro, ada 358 warga terjangkit penyakit tersebut.

Hal itu diutarakan Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Paiman dalam talkshow di Radio Malowopati FM, Jumat (21/11/2025) kemarin.

‘’Pada 2024, total ada 417 kasus (HIV/AIDS, red) di Bojonegoro. Pada 2025, hingga November ini, ada 358 kasus,’’ ungkapnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Paiman meneruskan, Indonesia kini menduduki peringkat 14 penderita HIV/AIDS terbanyak di dunia. Di tingkat nasional, Jawa Timur (Jatim) peringkat dua.

‘’Di Jatim, Bojonegoro peringkat sebelas,’’ imbuhnya.

Dia melanjutkan, Dinkes Bojonegoro telah mengatensi kasus HIV/AID di Bojonegoro tersebut. Para penderita diminta tidak putus berobat dalam mengupayakan kesembuhannya masing-masing.

Yang juga diatensi, kata Paiman, saat ini masih banyak masyarakat menolak hadirnya penderita HIV/AIDS. Bahkan, di skala keluarga si penderita sendiri. Menurut dia, hal itu tidak bagus.

‘’Penderita HIV/AIDS tetap punya hak untuk bersosialisasi di masyarakat seperti biasa,’’ tuturnya.

Menurut dia, penyakit HIV/AIDS yang merusak sistem kekebalan tubuh itu memang menular. Namun, cara menularnya tidak gampang. Hanya melalui pertemuan cairan tubuh tertentu saja.

Sebaliknya, kata Paiman, penderita HIV/AIDS juga tidak perlu mengucilkan diri dari masyarakat. Terpenting, rajin minum obat yang diberikan dokter dan gencarkan laku hidup sehat.

‘’Jaga kesehatan tubuh dan kesehatan mental. Itu bisa menekan virus HIV/AIDS,’’ jelasnya.

Dalam kesempatan sama, Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Bojonegoro Suharto mengemukakan hal senada. Dia menambahkan, 358 kasus HIV/AIDS di Bojonegoro itu tergolong cukup tinggi.

‘’Mayoritas, penderitanya (HIV/AIDS, red) berusia 26—50 tahun,’’ ungkapnya.

Selama ini, Suharto mengatakan, pihaknya bersama Dinkes Bojonegoro dan stakeholder terkait lain telah melakukan aneka upaya untuk mencegah berkembangnya HIV/AIDS di Bojonegoro. Terutama kepada generasi muda.

Baca Juga :  Seluruh Warga Bojonegoro Punya BPJS Kesehatan, 10 Persen Berstatus Nonaktif

‘’Kami sering sosialisasi agar mereka (generasi muda, red) tidak melakukan seks sebelum menikah,’’ terangnya. (sab/kza)

error: Content is protected !!