BOJONEGORORAYA — Rohmat Ridwan, jemaah haji asal Bojonegoro yang wafat di Tanah Suci pada Selasa (19/5/2026), punya riwayat penyakit gula darah.
Pada Jumat (15/5/2026) kemarin, diabetes jemaah haji berusia 64 tahun itu diduga kambuh di Madinah. Menyebabkan pingsan.
Setelahnya, jemaah haji berusia 64 tahun tersebut dirawat di rumah sakit (RS) di Madinah. Yakni, di King Salman bin Abdul Aziz Medical City.
Lima hari dirawat di RS milik Kerajaan Arab Saudi itu, Rohmat Ridwan menghembuskan nafas terakhirnya. Meninggal dunia.
‘’Begitu informasi yang kami terima dari Madinah,’’ tutur Mm kepada Bojonegoro Raya, Selasa (19/5/2025) malam.
Salah satu kerabat Rohmat Ridwan yang enggan identitasnya ditulis terang ini melanjutkan, keluarga menerima wafatnya Rohmat Ridwan.
‘’Keluarga menerima. Rela almarhum dimakamkan di sana (Madinah, red). Di sini (Bojonegoro, red) sudah dingajikan juga,’’ jelasnya.
Terpisah, M. Rofiq Sahal, salah satu amirul hajj dari Bojonegoro mengemukakan, Rohmat Ridwan merupakan jemaah haji rombongannya.
Amirul hajj dari KBIH Attanwir, Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro itu membenarkan Rohmat Ridwan wafat dalam perawatan medis.
‘’Almarhum meninggal di RS Madinah (King Salman bin Abdul Aziz Medical City, red),’’ ujarnya saat dihubungi Bojonegoro Raya, Selasa (19/5/2026) petang.
Namun, amirul hajj yang juga Ketua KBIHU Attanwir itu tidak memberi keterangan lebih. Tidak lagi membalas pesan lanjutan Bojonegoro Raya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bojonegoro Abdulloh Hafith mengonfirmasi wafatnya Rohmat Ridwan.
Almarhum merupakan jemaah haji dari kelompok terbang (kloter) 41. Asal Desa Kedungdowo, Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro. (sab/kza)

