Sedekah Bumi: Lestari Budaya, Modal Wisata Desa

DISAMBUT WARGA: Wabup Nurul Azizah menghadiri sedekah bumi di Desa Jono, Jumat (29/5/2026) lalu. Naik kereta kuda, disambut warga. (Foto: Bag. Prokopim Setda Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA — Tidak lama lagi, kalender Jawa memasuki bulan Sura. Pada bulan itu, kian banyak desa di Bojonegoro menunaikan hajat tahunan. Bergulir tradisi sedekah bumi, nyadran, atau manganan.

Tradisi Hindu-Budha yang kini telah berakulturasi dengan Islam itu, tentu menjadi ajang besar. Pertemuan massa warga. Digelar di sendang, punden, hingga pemakaman. Tua, muda, anak-anak, bercampur. Bersemarak.

Selama ini, Pemkab Bojonegoro tampak cukup bijaksana menyikapi tradisi sedekah bumi semacam itu. Desa-desa didorong mengorkestrasi tradisi lawas tersebut. Mengangkatnya sebagai agenda budaya yang memantik pariwisata.

Sehingga, tradisi sedekah bumi memiliki peran berganda. Mulai upacara hormat leluhur, mewujudkan rasa syukur, melestarikan budaya, memunculkan branding desa, hingga menggerakkan ekonomi desa melalui pariwisata.

Hal itu salah satunya ditunjukkan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah. Baru-baru ini, dia menghadiri sedekah bumi di dua desa. Yakni, Desa Jono, Kecamatan Temayang dan Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Hadirnya Wabup Nurul Azizah dalam sedekah bumi di dua desa itu, merupakan salah satu tengara: Pemkab Bojonegoro tidak abang-abang lambe mendukung orkestrasi tradisi sedekah bumi. Namun, hadir nyata. Berbaur masyarakat desa.

Dalam sambutannya di sedekah bumi di Desa Jono, Jumat (29/5/2026) lalu, Wabup Nurul Azizah menuturkan, tradisi sedekah bumi yang lestari merupakan kekuatan besar desa untuk berkembang menjadi desa wisata budaya.

‘’Jika (tradisi sedekah bumi, red) dijaga bersama dan dikembangkan dengan kekompakan warga, desa memiliki potensi besar menjadi desa wisata budaya yang membanggakan,” ujarnya.

Dalam sedakah bumi di Desa Kesongo, pada Sabtu (30/5/2026), Wabup Nurul Azizah menuturkan hal serupa. Dia turut berpesan, betapa pun meriah sedekah bumi, harus selalu ingat esensi. Yakni, hormat leluhur dan perwujudan syukur.

Baca Juga :  Nurul Azizah Safari Ramadan di Padangan, Sampaikan Perlindungan untuk Pelaku UMKM

“Sedekah bumi merupakan pengingat. Hasil yang kita nikmati hari ini, tidak lepas dari perjuangan para leluhur,” tutur wabup tinggal di Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander itu. (sab/kza)

error: Content is protected !!