BOJONEGORORAYA — Sejak rampung dibangun dan diresmikan Presiden Jokowi secara virtual di Trenggalek pada akhir 2021, Waduk Gongseng belum dibuka untuk umum.
Masyarakat baru mengakses waduk di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Bojonegoro tersebut secara diam-diam. Melalui jalan tembusan.
Dalam waktu dekat, fenomena seperti itu tidak akan terjadi lagi. Sebab, Waduk Gongseng akan dibuka untuk umum. Resmi. Menjadi destinasi wisata.
Kini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro tengah menyiapkan serangkaian hal untuk keperluan tersebut. Bekerja sama dengan LPPM Universitas Bojonegoro.
Terbaru, Disbudpar Bojonegoro dan LPPM Universitas Bojonegoro telah menyelesaikan kajian akademis ihwal Waduk Gongseng sebagai destinasi wisata.
Kajian tersebut menjadi landasan pengembangan wisata Waduk Gongseng secara terencana, berkelanjutan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina mengatakan, tahapan berikutnya adalah penyelesaian perizinan. Kemudian, pembangunan kawasan.
Seiring itu, lanjut Elzadeba sapaannya, pihaknya akan mempersiapkan launching dan uji coba pembukaan destinasi wisata Waduk Gongseng.
Pemberdayaan pelaku UMKM serta penguatan kapasitas kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat, tegas dia, akan dilakukan pula.
‘’Agar, masyarakat siap berperan aktif dalam pengelolaan destinasi wisata Waduk Goseng,’’ tuturnya, Rabu (22/7/2026).
Elzadeba meneruskan, pengembangan wisata Waduk Gongseng disambut baik masyarakat dan pemangku kepentingan di Kecamatan Temayang.
Untuk diketahui, Waduk Gongseng mulai dibangun 2018. Baru selesai pada 2021. Termasuk proyek strategis nasional (PSN) era Presiden Jokowi.
Pemerintah pusat merogoh anggaran tidak kurang dari Rp 578 miliar untuk membangun Waduk Gongseng selama delapan tahun tersebut, bersumber dari APBN.
Sehingga, secara kepemilikan dan pengelolaan, Waduk Gongseng ada di bawah pemerintah pusat. Teknisnya di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
Menurut laman Sistem Informasi Infrastruktur (Sinfra) Jawa Timur, Waduk Gongseng mampu menampung air sebanyak 22,4 juta m³. Luas genangannya 390,6 hektare. (sab/kza)

