Komisi B DPRD Kunjungi Pasar Kota Bojonegoro, Akhir Juni Kepastian Pemenang Tender

DISKUSI SANTAI: Anggota Komisi B DPRD bersama Dinas PKP Cipta Karya dan disdagkopum saat membahas desain dan anggaran pembangunan Pasar Kota Bojonegoro. (Foto: Khorij Zaenal Assrori/ Bojonegoro Raya).

BOJONEGORORAYA – Komisi B DPRD Bojonegoro melakukan kunjungan lapangan terkait rencana pembangunan Pasar Tradisional Kota Bojonegoro. Menanyakan sejauh mana progres rencana pembangunan. Serta, desain pasar berada di jantung perkotaan tersebut.

Ketua Komisi B DPRD Sally Atyasasmi datang dengan rombongan. Ada sembilan anggota DPRD menyambangi Pasar Kota tersebut. Kunjungan lapangan tampak santai. Duduk bersama sambil ngobrol.

Pukul 10.20 WIB, diskusi mulai berlangsung, Kamis (11/6/2026). Duduk sederhana di salah satu kedai atau stan di bawah kantor Pasar Kota Bojonegoro. Duduk keruntelan terlihat guyub. Obrolan pun terarah.

Sally sapaannya membuka kunjungan lapangan anggota DPRD. Sambil mengenalkan satu per satu sembilan anggota komisi B DPRD yang hadir. Tawa, tersenyum, dan keakraban tampak dari prolog kunjungan lapangan para legislator tersebut.

‘’Kami ingin mengetahui sejauh mana progres pembangunan pasar,’’ katanya. Terutama, menurut Sally, setelah tender ulang pembangunan Pasar Tradisional Kota Bojonegoro.

Berlanjut APBD 2027 Dianggarkan Rp 120 Miliar

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkopum) Akhmadi hadir dalam diskusi tersebut. Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK) Anang Prasetyo turut tiba.

‘’Persiapan terus jalan. Terkait progres pembangunan menjadi wilayah dinas PKP cipta karya,’’ tutur Akhmadi.

Sementara itu, Anang Prasetyo mengatakan, progres pembangunan Pasar Kota terus berjalan. Berdasar schedule, rencananya tanggal 30 Juni 2026 merupakan penetapan pemenang pembangunan Pasar Kota Bojonegoro.

Berlanjut, awal Juli 2026 merupakan penandatanganan kontrak terhadap rekanan yang menang tender. Berikutnya, sudah berlangsung tahap pengerjaan.

‘’Sejak 30 Juni, semestinya mulai tahap pengosongan,’’ tutur pria sebelumnya bertugas di sekretaris dinas pendidikan tersebut.

Anggaran proyek Pasar Tradisional Kota Bojonegoro tersebut sebesar Rp 79 miliar. Bersumber dari APBD Bojonegoro 2026. Menjadi proyek strategis daerah (PSD) Bojonegoro.

Baca Juga :  Bupati Wahono Ingin Sekar Jadi Kota Wisata, Optimalkan Potensi Alam dan Budaya

‘’Dan tahun 2027 anggaran juga masih berlanjut dan dipasang di APBD. Rencana anggarannya dipasang Rp 120 miliar,’’ tegas Anang.

BEBER DESAIN: Plt Kepala Disdagkopum Akhmadi, Sekretaris Dinas PKP Cipta Karya Anang Prasetyo bersama para anggota Komisi B DPRD Bojonegoro saat kunjungan lapangan di Pasar Tradisional Kota. (Foto: Khorij Zaenal Assrori/ Bojonegoro Raya).

Tahun 2026 Hanya Proyek Struktur Bangunan

Saat berlangsung diskusi, Kabid Tata Bangunan Dinas PKP Cipta Karya Benny Kurniawan juga menyodorkan gambar desain rencana pembangunan Pasar Tradisional Kota Bojonegoro.

Desain di-print dengan kertas ukuran A3. Anggota komisi B DPRD setempat pun bergantian melihat desainnya. Saling memfoto kaver depan desain pasar tersebut.

Menurut Benny, pengosongan semestinya sejak sudah ada pemenang tender. Itu agar pembangunan segera berlangsung.

‘’Harus cepat. Dan, pengerjaan ngegas, agar tepat waktu (sesuai termin di APBD 2026),’’ katanya kepada Bojonegoro Raya.

Benny mengatakan, sesuai desain pembangunan Pasar Tradisional Kota Bojonegoro ini tiga lantai. Luas secara keseluruhan ada 3,3 hektare.

Terkait anggaran Rp 79 miliar, Benny memastikan, bahwa besaran tersebut hanya untuk struktur bangunan. Yakni, mulai fondasi hingga pilar-pilar. Dan, itu harus rampung pada akhir 2026.

‘’Jadi itu (anggaran Rp 79 miliar) hanya untuk struktur bangunan,’’ jelasnya.

Proyek Pasar Kota, menurut Benny, terus berlanjut pada 2027. Besaran anggaran tahun depan, yakni Rp 120 miliar. Sehingga, tahun depan masih berlanjut pengerjaan.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tradisional Kota Bojonegoro Mustain mengatakan, bahwa pedagang sangat mendukung pembangunan pasar. Hanya, pihaknya meminta agar ada jaminan bahwa pengerjaan harus sampai tuntas. Dan, tidak mangkrak.

‘’Kalau nanti pengerjaan mangkrak dan tidak tuntas, hubungi kami segera,’’ tegas Lasuri anggota komisi B DPRD setempat.

Sementara itu, Donny Bayu Setiawan anggota komisi B lainnya mengingatkan, pengelolaan sampah mendatang. Berharap desain pasar nanti, pada lantai bawah juga ada pengolahan sampah.

Donny sapaannya berharap ada koperasi pedagang yang bisa mengolah sampah. Dan, dan tidak semua dibawa ke TPA Banjarsari.

Baca Juga :  Delapan ASN Pemkab Bojonegoro Terjaring Operasi, sedang Ngopi saat Jam Kerja

‘’Kami juga pernah mengingatkan hal serupa saat pembangunan Pasar Ngraho,’’ jelas politisi PDI-P tersebut. (kza)

error: Content is protected !!