Khawatir Merugi, Peternak Ayam Gayatri akan Dibekali Alat Pengolah Pakan

26/06/2026
BANTUAN: Sebanyak 45 ayam petelur program Gayatri di salah satu KPM Kedungadem. DPRD Bojonegoro meminta disnakkan berbenah.

BOJONEGORORAYA – Mengolah pakan ayam secara mandiri menjadi upaya mengurai persoalan dalam Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri).

Harga pakan ayam tren naik atau mahal. Tentu, berdampak terhadap peternak atau keluarga penerima manfaat (KPM) program Gayatri. Terdapat KPM yang mengeluh.

Pemkab Bojonegoro berencana menyiapkan alat pembuat pakan ternak di 19 titik. Namun, anggota komisi B DPRD menilai jumlah penyediaan alat pakan masih kurang. DPRD berharap penambahan bantuan agar merata setiap kecamatan.

‘’Kami sudah menyampaikan kepada pimpinan untuk memberikan bantuan alat dan pelatihan pembuatan pakan semi-konsentrat,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Catur Rahayu saat rapat dengar pendapat di Komisi B DPRD, Selasa (23/6/2026).

Rencana alat pembuat pakan ternak tersebut melalui skema anggaran dari corporate social responsibility (CSR) sejumlah perusahaan atau badan usaha milik daerah (BUMD).

Catur mengatakan, salah satu BUMD seperti PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) sudah menyanggupi untuk menyediakan 19 alat mixing pakan ternak tersebut.

Rencana akan menyerahkan kepada kelompok yang mampu secara teknis untuk mengolah pakan.

‘’Sebagai pilot project pemberian ke 19 kecamatan. Satu kelompok, lembaga yang pernah melakukan mixing pakan mandiri,” jelasnya.

Menurut Catur, pemilihan 19 kecamatan sebagai pilot project berdasar hasil pemetaan teknis. Sehingga, untuk kecamatan lainnya menyusul.

‘’Nanti kalau berlangsung di 28 kecamatan takutnya hanya sekadar pemerataan,” ujarnya.

DPRD Sarankan Ada Penambahan agar Merata

Wakil Ketua Komisi B DPRD Lasuri menegaskan, pengadaan bantuan alat pembuatan pakan program Gayatri harus ada penambahan. Setiap kecamatan harus merata. Tidak boleh ada yang terlewatkan.

‘’Jangan sampai nanti terjadi kecemburuan, protes di masyarakat. Harus ada pertimbangan untuk ada penambahan lagi,” sarannya.

Lasuri menegaskan, penyaluran alat ini tujuan utama menekan harga pakan. Disnakkan nantinya harus memantau marjin keuntungan peternak dan para pengolah pakan. Upaya ini agar harga pakan untuk peternak ayam Gayatri bisa lebih ramah di kantong.

Baca Juga :  G7KAIH Bersinergi dengan Program Gayatri, Disnakkan Mengapresiasi

Menurut Lasuri, menginginkan pentingnya subsidi pakan kepada para KPM Gayatri. Agar penerima manfaat Gayatri tidak terbebani saat situasi harga pakan melonjak saat ini. Juga mengantisipasi penjualan bantuan ayam.

“Anggarannya bisa dicarikan dari CSR BUMD atau perusahaan swasta,” tutur politikus asal Kecamatan Baureno tersebut. (man/kza)

error: Content is protected !!