G7KAIH Bersinergi dengan Program Gayatri, Disnakkan Mengapresiasi

MELAHAP GIZI: Anak-anak PAUD dan TK di Kecamatan Kepohbaru saat makan telur Gayatri dalam kegiatan G7KAIH, Kamis (18/6/2026) pagi. (Foto: Dwi Nurdiantoro/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Kegiatan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) diselenggarakan Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro di Lapangan Desa Nglumber, Kecamatan Kepohbaru, Kamis (18/6/2026), diapresiasi banyak pihak.

Selain diapresiasi Ketua TP PKK Jawa Timur (Jatim) Arumi Bachsin, Ketua TP PKK Bojonegoro Cantika Wahono, IGTKI dan Himpaudi Bojonegoro, acara tersebut juga diapresiasi Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro.

Sekretaris Disnakkan Bojonegoro Elfia Nuraini menuturkan, kegiatan G7KIH di Lapangan Nglumber telah bersinergi dengan program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri). Menyerap dan melarisi ribuan telur Gayatri.

‘’Dalam sehari,  2.000 anak PAUD dan TK melahap ribuan telur Gayatri. Bagus sekali,’’  ujarnya saat dihubungi Bojonegoro Raya, Jumat (19/6/2026) sore.

Menurut Elfi sapaannya, kegiatan G7KAIH benar-benar sejalan dengan maksud dan tujuan program Gayatri. Ada transaksi ekonomi untuk para keluarga penerima manfaat (KPM) program Gayatri, ada sumber gizi dilahap para buah hati.

‘’Program Gayatri memang digulirkan untuk itu. Menguatkan ekonomi KPM dan menyediakan sumber gizi. Terutama gizi bagi balita dan anak-anak,’’  jelasnya.

Di Disnakkan Bojonegoro, lanjut Elfi, ada program serupa. Khususnya untuk menekan stunting. Program itu namanya Gerakan Minum Susu, Makan Daging, dan Telur (Gerimis Madu). Menyasar anak PAUD, TK, hingga balita-balita di posyandu.

‘’Ada 1.000 paket susu, daging, telur dibagikan dalam program Gerimis Madu. Telurnya hasil program Gayatri. Dibeli dari KPM program Gayatri,’’ terang ASN kelahiran 1974 tersebut.

Elfi mengemukakan, Disnakkan Bojonegoro tidak sendirian menjalankan program Gerimis Madu. Pihaknya juga berkolaborasi atau bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro dan TP PKK Bojonegoro.

‘’Banyak peluang kolaborasi untuk menyukseskan program Gayatri. Karena program Gayatri memang bermanfaat di banyak sisi,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Inspirasi dan Literasi Digital Ramadan, Disdik Bojonegoro dan Bunda Cantika Beri Pujian

Misalnya, lanjut Elfi, selain bisa mengungkit ekonomi KPM dan menjadi sumber gizi anak, program Gayatri telah cukup memenuhi kebutuhan telur di Bojonegoro. Sebelum ada program Gayatri, kebutuhan telur di Bojonegoro bergantung besar pada daerah lain.

‘’Sebelum ada program Gayatri, pasokan telur dari luar Bojonegoro sekitar 9.000 ton per tahun. Sekarang, setelah ada program Gayatri, berkurang hampir separuh,’’ jelasnya.

Sebagaimana diketahui, program Gayatri merupakan program populis dan strategis Pemkab Bojonegoro di bawah kepemimpinan Bupati Wahono dan Wabup Nurul Azizah. Program ini mulai bergulir pada awal 2025 kemarin.

Sepanjang 2025, ada 5.400 KPM program Gayatri. Setiap KPM menerima bantuan 50 ekor ayam petelur, kandang ayam, pakan ayam, hingga vitamin ayam. Pada 2026 ini, program Gayatri akan diterima 4.400 KPM. Baru. (sab/kza)

error: Content is protected !!