BOJONEGORORAYA – Wasit berkaus hijau itu meminta semua pemain dan penonton tenang. Sebagai pengadil sepak bola, ia lagi serius memandang layar flat di tepi lapangan melihat cuplikan ulang.
Seketika meniup peluit dan memberi keputusan. Itulah teknologi video assistant referee (VAR). Turnamen sepak bola tarkam Putra Bangsa Cup II Talun, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, terasa jadi ajang liga profesional. Layaknya Piala Dunia.
Hadirnya teknologi VAR jadi pembeda. Seperti di Piala Dunia 2026 yang kini berlangsung. Membawa atmosfer sepak bola internasional ke kampung.
Penggunaan teknologi VAR itu dihelat perdana. Menjadi liga tarkam pertama yang tidak kalah dengan teknologi seperti hajatan Piala Dunia.
Panitia ingin menyajikan turnamen kampung (tarkam) yang modern, adil, dan profesional meskipun berada di level lokal. Terobosan di sepak bola Bojonegoro.
‘’Kami ingin dengan adanya VAR ini kompetisi lebih adil dan profesional. Menyuguhkan sportivitas,” tutur Ketua Pelaksana Putra Bangsa Cup II Muhammad Zaenudin kepada Bojonegoro Raya Sabtu (11/7/2026).

VAR Membawa Tarkam Profesional
Zaenudin membeberkan, untuk menghadirkan teknologi VAR, panitia harus merogoh kocek Rp 70 juta. Angka masih bisa terjangkau jika ke depannya menerapkan pada turnamen di desa-desa lainnya.
‘’Kami mengawali penggunaan VAR, bisa diadopsi di turnamen sepak bola desa-desa lainnya,” tuturnya.
Turnamen Putra Bangsa Cup II 2026 berlangsung di Lapangan Condromowo Desa Talun, itu mencetak sejarah baru. Menerapkan secara sederhana dan menyesuaikan dengan kondisi turnamen lapangan terbuka. VAR membantu mengambil keputusan penting dan krusial.
Zaenuri menuturkan, langkah ini mendapat respons positif dari para pemain maupun penonton. Kehadiran VAR memberikan pengalaman baru layaknya menonton liga profesional.
Penonton bisa ikut melihat proses peninjauan ulang keputusan wasit. VAR yang tidak bikin laga menjadi gusar.
‘’Bagi pemain, teknologi ini meningkatkan rasa keadilan karena mengambil keputusan krusial secara objektif. Sehingga meminimalisir potensi konflik di lapangan,” tegasnya.

Tarkam Membuka Ruang UMKM
Tahun ini, Putra Bangsa Cup II berlangsung 27 tim dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro. Seluruh tim terbagi ke dalam 9 grup. Kehadiran tim-tim dari berbagai kecamatan membuat tensi persaingan kian menarik. Terlebih ada pemain profesional yang terlibat.
‘’Beberapa tim ada pemain yang memiliki pengalaman bertanding di level profesional maupun kompetisi lebih tinggi,” tambahnya.
Zaenuri berharap, turnamen bisa menjadi ajang pembinaan bibit-bibit sepak bola daerah. Raung berkembang bagi atlet muda, selain itu membawa misi sosial dan ekonomi bagi masyarakat Bojonegoro.
Sepak bola menghadirkan ekonomi. Tarkam Putra Bangsa Cup II Talun ini membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
‘’Kami berharap turnamen ini memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat dan pelaku UMKM di sekitar Lapangan Condromowo. Berharap Putra Bangsa Cup bisa menjadi kebanggaan masyarakat Bojonegoro,” jelasnya. (man/kza)

