Produk UMKM Bojonegoro Dilirik Asesor UNESCO, dari Cemilan hingga Kerajinan

TERTARIK: Li Yue (topi putih) dan Andreas Josef Schuller (memotret) saat melihat aneka produk UMKM Bojonegoro di Rumah Singgah Wonocolo, Selasa (28/7/2026) kemarin. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Andreas Josef Schuller dan Li Yue tiga hari mengunjungi 15 situs Geopark Bojonegoro. Sejak Selasa (28/7/2026) hingga Kamis (30/7/2026). Mengasesmen Geopark Bojonegoro menuju UNESCO Global Geopark (UGGp).

Dalam kunjungan di 15 titik tersebar di tujuh kecamatan itu, mereka menemui banyak hal mengesankan. Selain seputar lanskap alam Bojonegoro, juga aneka produk makanan, minuman, dan kerajinan khas Bojonegoro.

Di Rumah Singgah Wonocolo turut Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan pada Selasa (28/7/2026) misalnya, asesor UNESCO asal Jerman dan Cina itu mengetahui Bojonegoro memiliki berbagai cemilan khas.

Di antaranya ledre, balung kuwuk, keripik pelepah pisang, stik daun kelor, hingga mindik sengon. Sementara, kuliner beratnya sego gulung dan es dawet khas Desa Wonocolo, racikan warga Desa Wonocolo.

Di lokasi sama, Andreas Josef Schuller dan Li Yue juga mengetahui ada bermacam kerajinan khas Bojonegoro. Di antaraya, tas dari pelepah pisang dan anyaman daun pandan, hingga tumbler dari kayu jati. Lain itu, ada pula beberapa manik-manik.

Di Kedung Lantung turut Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras pada Rabu (29/7/2026), cemilan balung kuwuk tersaji lagi. Tersuguh bersama marning. Dua cemilan ini khas Kecamatan Sugihwaras. Produk UMKM di Desa Drenges.

‘’Balung kuwuk dan marning ini asli Desa Drenges,’’ ujar anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kedung Lantung Nabila Ulfaida kepada Bojonegoro Raya di Kedung Lantung, Rabu (29/7/2026) itu.

Dia mengemukakan, ada tiga UMKM di Desa Drenges yang memproduksi balung kuwuk. Sementara, produsen marningnya satu UMKM. Orang-orang di empat UMKM dimaksud, seluruhnya warga Desa Drenges. Tidak jauh dari Kedung Lantung.

‘’Singkong bahan balung kuwuk dan jagung bahan marning juga dari Desa Drenges. Jadi, dua cemilan ini benar-benar lokal. Sangat lokal,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Serapan APBD Bojonegoro Baru 51 Persen, DPRD Pesimistis Terserap Maksimal

Bergeser di Makni Batik turut Desa Jono, Kecamatan Temayang, Andreas Josef Schuller dan Li Yue mengagumi betapa estetik batik diproduksi UMKM Bojonegoro. Apalagi, ketika melihat langsung proses pembuatan batik-batik Jonegaran itu.

Ketua Harian Badan Pengelola (BP) Geopark Bojonegoro Achmad Gunawan Ferdiansyah mengemukakan, ragam makanan, minuman, dan kerajinan dilihat Andreas Josef Schuller dan Li Yue merupakan bagian dari culturalsite Geopark Bojonegoro.

‘’Geopark Bojonegoro terdiri dari keunikan geologi, keanekaragaman hayati, dan kekayaan seni budaya. Makanan, minuman, dan kerajinan, merupakan salah satu wujud dari kekayaan seni budaya itu,’’ tuturnya.

DisdagkopUM: Geopark dan Produk UMKM Mendunia Bersama

Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (DisdagkopUM) Bojonegoro punya peran penting dalam mengenalkan aneka produk UMKM Bojonegoro kepada Andreas Josef Schuller dan Li Yue selama asesmen Geopark Bojonegoro menuju UGGp.

Sejak kemarin dulu, DisdagkopUM Bojonegoro telah menggalang UMKM-UMKM di Bojonegoro. Menghimpun mereka ke dalam Kelompok UMKM Geopark Bojonegoro. Aktif memberikan berbagai dukungan dan pembinaan.

‘’Ada sekitar 50 UMKM yang kini tergabung dalam Kelompok UMKM Geopark Bojonegoro,’’ ungkap Kepala Bidang Promosi, Ekspor, dan Kerja Sama DisdagkopUM Bojonegoro Mahesa Galendra.

Birokrat muda akrab disapa Mahesa ini mengemukakan, dalam asesmen Geopark Bojonegoro oleh UNESCO, aneka produk UMKM Bojonegoro sengaja dipamerkan. Agar, asesor UNESCO dari Jerman dan Cina itu tahu produk-produk UMKM Bojonegoro

‘’Produk-produk UMKM Bojonegoro tentu akan menjadi cerita mereka (Andreas Josef Schuller dan Li Yue, red) di negaranya. Geopark dan produk UMKM Bojonegoro pun mendunia bersama. Dikenal di kancah internasional,’’ jelas Mahesa.

Lain itu, alumnus IPDN ini mengatakan hal senada Ketua Harian BP Geopark Bojonegoro Achmad Gunawan Ferdiansyah. Bahwa, poduk UMKM Bojonegoro merupakan hasil seni budaya masyarakat. Bagian dari culturalsite Geopark Bojonegoro.

Baca Juga :  50 Seniman Bojonegoro Gelar Pameran Seni Rupa, Usung Tajuk Budaya Geopark

‘’Kami berharap, produk-produk UMKM Bojonegoro yang kami pamerkan dapat menguatkan Geopark Bojonegoro. Berkontribusi membantu Geopark Bojonegoro menuju UGGp,’’ pungkas mantan pemain Persibo junior ini. (adv)

error: Content is protected !!