Tanam 12.500 Mangrove di Pesisir Lamongan, EMCL dan LIMA2B: Melindungi dari Ancaman Abrasi

05/08/2026

BOJONEGORORAYA – Penanaman 12.500 pohon mangrove di Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, menjadi komitmen pelestarian lingkungan berkelanjutan.

Sesarengan menanam pada Sabtu (1/8/2026). Gotong royong. Operator Lapangan Minyak Banyu Urip Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA2B).

Melibatkan Kelompok Rukun Nelayan Desa Sedayulawas sebagai mitra utama menjaga ekosistem pesisir. Hingga pelibatan masyarakat setempat. Bentuk kolaborasi apik merawat kawasan pesisir.

‎Manajer Program Penghijauan M. Syaiful Huda mengatakan, penanaman mangrove merupakan langkah nyata menjaga keseimbangan lingkungan. Memperkuat perlindungan kawasan pantai dari ancaman abrasi.

‎”Penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi investasi jangka panjang bagi lingkungan,” ujarnya.

Pihaknya berharap pohon-pohon ditanam bersama dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir serta generasi mendatang.

PENGHIJAUAN: Feni Kurnia Indiharti PIC Program EMCL (tiga dari kiri) bersama kelompok rukun nelayan, dan masyarakat setempat kolaborasi menanam magrove.

Kolaborasi untuk Manfaat Jangka Panjang

Feni Kurnia Indiharti PIC Program EMCL menyampaikan apresiasi atas semangat Kelompok Rukun Nelayan Sedayulawas terus berkomitmen menjaga kawasan pesisir.

Menurutnya, kegiatan ini bentuk kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah mendukung kelestarian lingkungan. Desa Sedayulawas memiliki arti penting bagi EMCL karena di kawasan ini terdapat FSO Gagak Rimang.

“Melalui penanaman 12.500 mangrove ini kami berharap manfaatnya dapat jangka panjang. Baik menjaga ekosistem pesisir maupun bagi anak cucu kita di masa depan,” tutur Feni, sapaannya.

Menurut Feni, penanaman mangrove menjadi bagian dari komitmen EMCL mendukung program pelestarian lingkungan berkelanjutan.

Mangrove bukan hanya menjaga garis pantai, tetapi menjadi penyerap karbon, habitat biota laut, dan sumber kehidupan masyarakat pesisir.

‎”Kami percaya, kolaborasi seperti ini membuktikan bahwa upaya bersama memberikan dampak besar bagi bumi,” tambahnya.

Ketua Rukun Nelayan Desa Sedayulawas, Ali Fauzi, menyampaikan terima kasih kepada EMCL dan LIMA2B atas kepeduliannya terhadap lingkungan pesisir di desanya.

Baca Juga :  Nurul Azizah Safari Ramadan di Padangan, Sampaikan Perlindungan untuk Pelaku UMKM

Mangrove memiliki peran penting melindungi pantai dari abrasi dan menjaga habitat ragam biota laut menjadi sumber penghidupan nelayan.

‎”Kami mengapresiasi kegiatan ini. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut,” ungkap Ali Fauzi. (*)

error: Content is protected !!