Bappeda Bojonegoro Luncurkan Aplikasi Melarosa, Satu Data Jalan Desa

18/08/2026
DALAM GENGGAMAN: Aplikasi Melarosa bisa diakses melalui smartphone. Aplikasinya mudah diakses. Berisi satu data jalan desa di Bojonegoro. (Foto: Khorij Zaenal Assrori/ Bojonegoro Raya).

BOJONEGORORAYA – Perbaikan jalan yang kontinyu di Kabupaten Bojonegoro, hingga menyentuh jalan antar desa diimbangi dengan integrasi satu data.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro merilis aplikasi Melarosa part 2. Melarosa akronim dari Pemetaan Jalan Poros Antar Desa. Layaknya kamus atau katalog ber-platform digital, aplikasi Melarosa menjawab berbagai kebutuhan data perbaikan jalan desa di Bojonegoro.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bojonegoro Andik Sudjarwo mengatakan, pentingnya data harus akurat. Mutakhir. Terutama, data dapat dipercaya.

Nantinya, satu data tersebut digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, bukan sekadar untuk pelaporan. Ada verifikasi. Ada validasi berlapis terhadap data yang sebagai database aplikasi Melarosa.

Bappeda Bojonegoro menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Melarosa Part 2, Selasa (18/8/2026) siang. Kegiatan ini bagian memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data.

Alur pendataan, menurut Andik, melalui tahap pemutakhiran oleh kecamatan. Berlanjut validasi oleh bappeda setempat. Termasuk koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

BERI ARAHAN: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bojonegoro Andik Sudjarwo dan Kepala Bappeda Helmy Elizabeth saat sosialisasi aplikasi Melarosa, Selasa (18/8/2026). (Foto: IST/ Bojonegoro Raya).

Menjadi Pijakan Perencanaan dan Skala Prioritas

Menurut Andik, satu data perbaikan jalan antardesa tersebut bermanfaat untuk perencanaan mendatang. Serta, membantu pemerintah melihat kebutuhan dan  menentukan prioritas perbaikan.

Terlebih nantinya akan menghasilkan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Satu data ini sekaligus menghindari dobel perbaikan jalan. Satu data ini menjadi cermin, untuk melihat riwayat perbaikan jalan di suatu desa.

‘’Dari data menjadi keputusan. Perencanaan berkualitas, dan pembangunan berdampak,’’ tutur Andik.

Aplikasi Melarosa disertai dengan peta interaktif geospasial. Peta dengan titik koordinat. Menangkup 430 desa dan kelurahan dari 28 kecamatan di Bojonegoro. Sehingga terdapat batas wilayah antar desa atau kecamatan.

Aplikasi Melarosa mendorong penerapan prinsip satu data melalui pengelolaan data statistik dan data spasial berbasis WebGIS. Data statistik menggambarkan kondisi jalan, sementara data spasial menunjukkan lokasi dan sebarannya.

Baca Juga :  Revalidasi Hari Kedua Berakhir di Puncak Negeri Atas Angin

Platform digital terpadu ini sebagai monitoring pembangunan infrastuktur. Bisa melihat perbaikan jalan di suatu desa. Termasuk terdapat riwayat anggaran perbaikan.

Dengan satu klik aplikasi Melarosa bisa melihat realisasi bantuan keuangan khusus (BKK) suatu desa. Bisa memantau capaian pembangunan infrastuktur BKK per desa.

Layaknya katalog, aplikasi Melarosa yang mudah diakses tersebut disertai dengan ragam data-data. Terutama data berkaitan dengan desa. Baik data batas desa dan kecamatan.

Juga, dashboard data perencanaan perkotaan hingga data sebaran fasilitas pendidikan dan bank sampah. Terutama data sebaran status jalan kabupaten, jalan desa, hingga jalan kewenangan provinsi dan nasional. (kza)