BOJONEGORORAYA — Tindakan sembarangan terjadi dalam pelaksanaan Proyek Revitalisasi Taman Rajekwesi, perkotaan Bojonegoro.
Para pekerja perusahaan kontraktor proyek, yakni PT Defani Energi Indonesia (DEI) mencabut pohon-pohon di Taman Rajekwesi secara serampangan.
Mereka mencabut pohon-pohon di taman itu sonder akarnya. Asal-asalan. Seperti digaruk saja. Pohon-pohon dicabut pun berpotensi mati. Sulit hidup lagi.
Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah geram dengan hal ini. Dia datang ke Taman Rajekwesi, melabrak para pekerja PT DEI, Jumat (4/9/2026) pagi.
Di taman dulunya Terminal Bojonegoro itu, Wabup Nurul Azizah marah-marah. Mengutuk pencabutan pohon yang dilakukan secara asal-asalan.
Kemarahan itu bahkan tidak saja ditujukan untuk para pekerja PT DEI. Namun, juga untuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro.
Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro pun kena marah. Sebab, DLH dan DPKPCK punya fungsi pengawasan dalam Proyek Revitalisasi Taman Rajekwesi.
‘’Pohon-pohon besar gitu mati semua. Saya marah. Saya marahi semua,’’ geramnya di depan para pekerja PT DEI, Jumat (4/9/2026) pagi itu.
Sabtu (5/9/2026) pagi, Wabup Nurul Azizah mengunggah video terkait di akun Instagram pribadinya. Disertai pesan cukup panjang di caption.
Salah satu ditekankan Wabup Nurul Azizah dalam pesan itu ialah memotong pohon tidak boleh asal-asalan. Harus ada koordinasi dengan DLH Bojonegoro. Wajib.
‘’Jangan karena ingin pekerjaan cepat selesai, kita mengorbankan pohon yang seharusnya bisa diselamatkan,’’ tegas mantan Sekda Bojonegoro ini.
Dia merefleksi, memotong pohon hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Tapi, menanam, merawat, dan membesarkan pohon, butuh waktu bertahun-tahun.
‘’Pembangunan harus berjalan. Tapi, kelestarian lingkungan juga harus dijaga,’’ tandas mantan Kepala DLH Bojonegoro tersebut. (sab/kza)



