Lokakarya Media SKK Migas—KKKS Jabanusa, Perkuat Jembatan Industri Hulu Migas ke Masyarakat

DALAM SINERGI: Heru Setyadi (di podium) saat menjadi pembicara dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas—KKKS Jabanusa. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Selama ini, industri hulu minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia kurang familiar bagi masyarakat. Ada jarak terasa jauh. Kurang bersentuh.

Renggang industri hulu migas dengan masyarakat itu tampak maklum. Sebab, industri hulu migas menempuh peran di balik layar. Operasinya seolah tidak kasat mata. Namun, hasilnya jelas. Nyata.

Aneka jenis BBM di SPBU atau di warung kelontong, misalnya, berasal dari industri hulu migas. Aliran gas di dapur rumah, warung makan, restoran, atau pabrik, juga dari industri hulu migas.

Dan, kucuran dana bagi hasil (DBH) migas dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah penghasil migas, berasal dari operasional industri hulu migas di daerah setempat.

Secara langsung, industri hulu migas juga mengupayakan kemandirian ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasi, melalui aneka program pelibatan dan pemberdayaan masyarakat (PPM).

Untuk makin mendekatkan industri hulu migas ke masyarakat, butuh jembatan. Dan, salah satu jembatan antara industri hulu migas dengan masyarakat tersebut ialah berita-berita dari media.

Hal ini dikemukakan Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Heru Setyadi dalam Lokakarya Media 2026 di Hotel Tentrem, Kota Yogyakarta, Kamis (17/9/2026) pagi.

Lokakarya itu digelar SKK Migas bersama kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) hulu migas di Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa). Diikuti 80 pemimpin redaksi media di Jateng—Jatim.

‘’Media adalah jembatan industri hulu migas dengan masyarakat, melalui pemberitaan yang infomatif dan berimbang,’’ tegas Heru Setyadi dalam Lokakarya Media 2026 tersebut.

Karena itu, dia mengatakan, SKK Migas bersama KKKS komitmen terus menjaga sinergi dengan media. Sedia membuka akses informasi dan ruang kolaborasi kepada media.

‘’Kami berharap tidak saja menjadi narasumber pemberitaan. Kami juga berharap mendapat masukan konstruktif dari rekan-rekan media,’’ imbuh pria akrab disapa Heru itu.

Baca Juga :  Presiden ExxonMobil Cepu Limited Silaturahmi ke Setyo Wahono, Bahas Kolaborasi

Dalam acara sama, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Anggono Mahendrawan menyampaikan hal senada. Pemberitaan objektif dan edukatif, sangat penting untuk pihaknya.

‘’Pemberitaan yang objektif dan edukatif sangat penting untuk mengawal kegiatan (industri, red) hulu migas,’’ tutur mantan Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel itu.

Dia berharap, sinergi baik antara SKK Migas, KKKS, dan media di Jabanusa terus terjaga. Bersama-sama menceritakan kontribusi dan tantangan industri hulu migas di Jabanusa.

‘’Keberhasilan industri hulu migas bukan hanya diukur dari berapa banyak produksinya. Tapi juga kebermanfaatan bagi masyarakat di sekitarnya,’’ imbuhnya.

Untuk diketahui, Lokakarya Media 2026 itu usung tema Menguatkan Kemitraan Hulu Migas dan Media dalam Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian Berkelanjutan.

Ada tiga diskusi penting dalam lokakarya ini. Seputar produksi migas terkini, tentang PPM SKK Migas—KKKS Jabanusa, hingga tips-tips menjaga kesehatan fisik dan mental untuk jurnalis.

Binaragawan Ade Rai menjadi narasumber tips-tips menjaga kesehatan fisik dan mental untuk jurnalis itu. Penjelasannya lugas. Sederhana. Mudah dipahami. (sab/kza)