Sebagian Wilayah Bojonegoro Mendadak Hujan, Awan Konvektif Melintas 5 Kecamatan

21/10/2026
BASAH: Seorang pengendara melintas di Jalan Trunojoyo, Bojonegoro, selepas hujan sedang, Rabu (21/10/2026) sore. (Foto: Lukman Hakim/ Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Senyum-senyum warga perkotaan Bojonegoro, ketika air hujan turun. Mendadak. Bermula teka-teki ada gumpalan awan mendung sekitar pukul 14.00, Rabu (21/10/2026). Berharap hujan segera turun.

Harapan itu terwujud. Hujan mulai turun di sebagian wilayah Bojonegoro pada Rabu sore. Awan konvektif pembawa hujan terpantau melintas di lima kecamatan.

‘’Alhamdulillah turun hujan. Siang sempat ada gumpalan mendung. Awalnya teka-teki jadi tidaknya hujan, karena mendung tidak merata,’’ tutur Tarom warga perkotaan Bojonegoro.

Namun, hujan sedang tersebut belum merata. Meski hujan turun tidak lama, hal itu membawa berkah. Aroma ampo atau bau tanah begitu terasa menandai hujan pertama di kawasan perkotaan dekade Oktober tersebut.

Pantauan Bojonegoro Raya, jalanan Trunojoyo yang tidak tersentuh air berbulan-bulan itu tampak basah. Air mengalir perhalan dari talang. Jatuh ke bawah membasuh trotoar jalan.

Hujan di Bojonegoro mendadak. Padahal, siang tadi cuaca cukup terik. Berdasar laman Instagram bmkg.iklimjatim Rabu (21/10/1026) suhu mencapai 37,8 derajat Celsius. Cukup terik.

Hujan di Sekitar Perkotaan, Belum Selatan Bojonegoro

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Heru Wicaksi mengungkapkan, hasil pantauan citra radar terpantau awan konvektif menyebabkan terjadi hujan.

Tersebar di lima kecamatan. Yakni Kepobaru, Sumberrejo, Balen, Sukosewu, dan Kapas. Termsuk kecamatan kota.

“Dari pantauan citra radar, hujan juga terjadi di wilayah kabupaten tetangga,” ujarnya.

Menurut Heru, untuk wilayah selatan masih belum terjadi hujan. Awan konfektif belum bergeser ke wilayah tersebut.

“Belum ada, semoga turun hujan,” tutur pejabat pernah bertugas di RSUD Bojonegoro tersebut.

Berdasarkan prediksi BMKG, musim penghujan akan terjadi pada November mendatang. Namun, mantan Camat Padangan itu berharap prediksi tersebut bisa lebih maju.

Baca Juga :  Safari Ramadan Perdana, Bupati Wahono dan Wabup Nurul Azizah ke Sumberrejo

Warga di wilayah selatan Bojonegoro, masih banyak yang membutuhkan air bersih.

Awan konvektif merupakan jenis awan yang terbentuk akibat pergerakan naok (konveksi) massa udara hangat dan lembap secara vertikal di atmosfer. Proses ini bermula pemanasan matahari yang kuat di permukaan bumi.

MUI Ucapkan Syukur Turun Hujan

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bojonegoro KH Alamul Huda mengungkapkan, rasa syukur hujan turun. Hujan sedang. Tidak ada angin kencang.

Menurut Gus Huda sapaannya, hujan yang mengguyur sebagian wilayah perkotaan merupakan berkah dari Tuhan. Atas doa saat pelaksanaan Salat Istisqa.

Salat Istisqa berlangsung pada Selasa (20/06/2026) siang di Masjid Baabus Shofa Bojonegoro. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati (Wabup) Nurul Azizah turut mengikuti salat berjamaah tersebut.

“Mudah-mudahan ini bagian di antara Allah mendengarkan doa dan harapan kita. Hujan hari ini sebagai isyarat doa dan salat kita mendapat rida dan berkah,” tutur pengasuh Ponpes Al-Rasyid tersebut. (man/kza)