BOJONEGORORAYA — Sejumlah warga Bojonegoro mengaku mendengar dentuman misterius, Minggu (18/10/2026) petang. Pengakuan itu berseliweran di media sosial Whatsapp, Facebook, Instagram, maupun TikTok, Minggu (18/10/2026) malam.
Salah satu pengakuan muncul di akun Facebook Prima Klino, Minggu (18/10/2026) malam. Akun milik Prima warga Desa Klino, Kecamatan Sekar ini menulis, terdengar dentuman cukup keras di sekitar Gunung Pandan. Terjadi pukul 17.38 WIB.
Roni juga warga Desa Klino, sebagaimana Prima. Kepada Bojonegoro Raya, Roni pun mengaku mendengar dentuman misterius pada Minggu (18/10/2025) petang. Asal suara dari sekitar Gunung Pandan—gunung di selatan Desa Klino.
‘’Suaranya cukup keras. Sebelum azan magrib,’’ ujar Roni kepada Bojonegoro Raya, Senin (19/10/2026) siang.
Petani hutan ini menyebut, dentuman misterius itu tidak terdengar sekali. Namun, tiga kali. Tiga-tiganya cukup keras. Dan, yang mendengar bukan saja dirinya. Para tetangga juga mendengar dentuman misterius itu.
‘’Warga sini ramai membahas suara itu. Baru kemarin ini terjadi. Sebelumnya tidak pernah,’’ imbuhnya.
Roni dan warga Desa Klino tidak tahu persis apa atau dari mana sumber dentuman misterius tersebut. Namun, banyak warga Desa Klino menduga, dentuman misterius itu merupakan buah aktivitas alam Gunung Pandan.
Di perkotaan Bojonegoro, dentuman cukup keras juga terdengar pada Minggu (18/10/2026) petang. Hal ini diutarakan Dadang, warga Desa Kauman, perkotaan Bojonegoro. Dia pemilik kedai kopi di belakang SMPN 1 Bojonegoro.
‘’Suaranya cukup keras. Seperti letusan ban truk. Terdengar di kedai kopi saya ini. Satu kali,’’ ujar Dadang kepada Bojonegoro Raya di kedai kopinya, Senin (19/10/2026) siang.
Dadang kurang tahu dari mana sumber dentuman tersebut. Yang pasti, dari arah selatan. Dan, bukan saja dirinya yang mendengar. Sejumlah pelanggan kedai kopinya pada Minggu (18/10/2026) petang, juga mendengar dentuman misterius tersebut.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Heru Wicaksi mengatakan, pihaknya mengatensi terdengarnya dentuman misterius di Bojonegoro, Minggu (18/10/2026) petang itu.
Pejabat akrab disapa Heru ini meneruskan, BPBD Bojonegoro belum dapat menyimpulkan sumber dentuman misterius tersebut. Namun, pihaknya akan melakukan penyelidikan dan pemantauan di lapangan.
‘’Kami akan terjunkan tim ke lapangan dan berkoordinasi dengan BMKG,’’ ujar Heru kepada Bojonegoro Raya, Senin (19/10/2026) siang.
Sekadar diketahui, dugaan bahwa dentuman misterius bersumber dari aktivitas Gunung Pandan, bisa saja disangsikan. Di masa purba dulu, Gunung Pandan memang gunung api aktif. Namun, kini sudah mati. Tidak ada aktivitas vulkanik lagi. Hal ini sebagaimana hasil kajian Badan Pengelola Geopark Bojonegoro. (sab/kza)

