Warga Kecamatan Gondang Tolak Rencana Eksploitasi Panas Bumi Gunung Pandan

31/10/2026
SUARAKAN PENOLAKAN: Warga Kecamatan Gondang saat audiensi menentang rencana eksploitasi panas bumi Gunung Pandan. (Foto: Istimewa)
SUARAKAN PENOLAKAN: Warga Kecamatan Gondang saat audiensi menentang rencana eksploitasi panas bumi Gunung Pandan. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA — Pendapa Kantor Pemerintah Kecamatan Gondang sarat orang, Jumat (30/10/2026) siang. Sekitar 250 warga Kecamatan Gondang memenuhi paseban itu.

Para warga kaki Gunung Pandan tersebut  menyuarakan penolakan terhadap rencana pemerintah pusat untuk mengeksploitasi geothermal atau panas bumi Gunung Pandan.

Mereka ingin Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) membatalkan rencana pelelangan Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Panas Bumi Gunung Pandan.

Juga menghendaki penghentian survei Badan Geologi Kementerian ESDM di Gunung Pandan. Sebab, survei itu bagian dari rencana lelang WKP Panas Bumi Gunung Pandan.

Adapun, sekitar 250 warga tersebut diladeni Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Bojonegoro Yudhistira Adi Nugraha, jajaran Forkopimcam Gondang, dan tim survei Badan Geologi.

Agus Riyan dari Pemuda Lingkar Pandan salah satu warga dalam aksi itu. Kata dia, seluruh warga yang hadir dalam aksi, sepakat menolak eksploitasi panas bumi Gunung Pandan.

Dia dan para warga juga tegas menentang survei Badan Geologi di Gunung Pandan. Tidak memperbolehkan survei itu berlangsung. Khususnya, di Desa Krondonan.

“Jika memaksa kegiatan (survei, red) tetap dilakukan, warga akan mengusir (tim survei, red) keluar dari area,” tandasnya.

Warga Desa Krondonan ini meneruskan, salah satu alasan pihaknya menolak eksploitasi panas bumi Gunung Pandan ialah melindungi sumber mata air di Gunung Pandan.

Bayu Kristiawan juga warga dalam aksi itu. Dia menegaskan, Gunung Pandan merupakan kawasan lindung. Ekosistem gunung itu menyangga kehidupan di bawahnya. Wajib dijaga.

‘’Kami menolak rencana eksploitasi geothermal Gunung Pandan. Jika terjadi (terealisasi, red), kami akan tetap menolak,’’ tegasnya.

Aris Risanto warga dalam aksi yang sama mengungkapkan, Gunung Pandan tidak patut dieksploitasi. Selain merrusak ekologi, juga bisa merusak spiritualitas dan kearifan lokal.

Baca Juga :  Dentuman Misterius di Bojonegoro, BPBD Terjunkan Tim ke Lapangan

‘’Kami tidak menerima kegiatan apapun yang sifatnya mengeksploitasi Gunung Pandan. Terutama, proyek geothermal itu,’’ tegasnya.

Menanggapi suara ini, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Bojonegoro Yudhistira Adi Nugraha meminta seluruh warga tenang. Eksploitasi panas bumi Gunung Pandan baru rencana.

“Yang menjadi kecemasan warga, ada informasi (WKP Panas Bumi Gunung Pandan, red) sudah dilelang. Padahal, baru penetapan WKP,” ujarnya.

Pejabat akrab disapa Yudhistira ini berharap, survei Badan Geologi di Gunung Pandan tetap bisa dilanjutkan. Untuk memetakan aneka potensi geologi di gunung tersebut.

‘’Tidak hanya geothermal. Hasil survei nanti juga bisa dimanfaatkan untuk pengembangan potensi lainnya, seperti pariwisata,’’ tuturnya. (man/sab)