Wabup Nurul Azizah: Mulai 2027, Warga Bojonegoro Gratis Cuci Darah

SAMPAIKAN KABAR BAIK: Wabup Nurul Azizah saat sambutan dalam pertemuan rutin DWP Pemkab Bojonegoro. (Foto: Bag. Prokopim Setda Bojonegoro)
SAMPAIKAN KABAR BAIK: Wabup Nurul Azizah saat sambutan dalam pertemuan rutin DWP Pemkab Bojonegoro. (Foto: Bag. Prokopim Setda Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA –  Pemkab Bojonegoro menaruh kepedulian terhadap warga Bojonegoro yang tengah menderita penyakit ginjal dan harus menjalani hemodialisa atau cuci darah secara rutin.

Pemkab Bojonegoro berkomitmen memberikan layanan kesehatan terbaik dan lebih dekat untuk para warga dimaksud. Tidak perlu ke luar kota untuk cuci darah. Cukup di Bojonegoro saja. Gratis. Tanpa biaya.

Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah saat sambutan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemkab Bojonegoro di Kantor DWP Pemkab Bojonegoro, Selasa (3/11/2026).

‘’Mulai Januari 2027, pemkab memberlakukan program cuci darah gratis di seluruh RSUD se-Bojonegoro,’’ ujarnya, Selasa (3/11/2026) itu.

Wabup Nurul Azizah mengemukakan, program cuci darah gratis itu salah satu buah kerja sama Pemkab Bojonegoro dengan BPJS Kesehatan. Juga perwujudan Universal Health Coverage (UHC) di Bojonegoro.

Mantan Sekda Bojonegoro ini meneruskan, selama ini Pemkab Bojonegoro sudah membayar iuran BPJS Kesehatan milik sejumlah warga Bojonegoro. Rutin per bulan. Dananya berasal dari APBD Bojonegoro.

‘’Maka, (cuci darah gratis, red) ini bagian dari pelayanan BPJS Kesehatan,’’ terangnya saat dikonfirmasi Bojonegoro Raya, Rabu (4/11/2026).

Dengan demikian, setiap warga Bojonegoro yang hendak mengakses cuci darah gratis di RSUD se-Bojonegoro harus terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Dan, status kepesertaannya harus aktif.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro Wahyu Giyanto membenarkan bahwa Pemkab Bojonegoro telah menanggung atau membiayai iuran BPJS Kesehatan bagi sejumlah warga Bojonegoro.

‘’Jumlahnya 447.166 warga,’’ terangnya saat ditemui Bojonegoro Raya di kantornya, Senin (2/11/2026).

Sebanyak 447.166 warga yang iuran BPJS Kesehatan-nya ditanggung Pemkab Bojonegoro itu, terang dia, termasuk peserta BPJS Kesehatan kategori penerima bantuan iuran (PBI) pemerintah daerah.

Secara keseluruhan, lanjut Wahyu sapaannya, ada 1.362.359 warga Bojonegoro menjadi peserta BPJS Kesehatan. Itu sekitar 99,11 persen dari total penduduk Bojonegoro yang berjumlah 1.374.547 jiwa.

Baca Juga :  Majalah Digital Pintar Edisi Kedua Telah Terbit, Mengupas Peneliti Cilik di Bojonegoro

Sebanyak 1.362.359 warga Bojonegoro dimaksud, merupakan peserta BPJS Kesehatan dari berbagai kategori. Mulai PBI pemerintah pusat, PBI pemerintah daerah, mandiri, pekerja, hingga pensiunan.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Ninik Susmiati belum memberikan keterangan perihal program cuci darah gratis untuk warga Bojonegoro di RSUD se-Bojonegoro pada 2027 mendatang.

Hingga berita ini rampung ditulis pada Kamis (5/11/2026) sore pukul 14.48 WIB, Ninik Susmiati belum merespons konfirmasi yang dikirimkan Bojonegoro Raya via pesan WhatsApp.

Sekadar diketahui, tekini ada lima RSUD di Bojonegoro. Meliputi RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo, RSUD Padangan, RSUD Sumberrejo, RSUD Kepohbaru, dan RSUD Temayang.

Dari lima RSUD tersebut, sementara ini baru RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo yang memiliki layanan hemodialisa atau cuci darah. Sedang, empat RSUD lainnya belum memiliki.

Adapun, layanan hemodialisa di RSUD dr. Sosodoro Dajtikoesoemo sudah bisa diakses pasien peserta BPJS Kesehatan. Selama ini telah menjadi rujukan warga Bojonegoro, Tuban, hingga Lamongan. (sab/kza)