BOJONEGORORAYA – Api Abadi yang diambil dari geosite Kayangan Api bersinggah di Gedung Bakorwil Bojonegoro, Minggu (19/10) sore. Malam harinya, Api Abadi itu diupacarakan. Diserahkan Camat Ngasem Iwan Sofyan kepada Camat Bojonegoro Muhlisin Andi Irawan.
Berikutnya, Camat Bojonegoro Muhlisin Andi Irawan membawa Api Abadi itu ke Pendapa Malawapati. Jalan kaki. Diiringi arak-arakan, dipimpin cucuk lampah. Sampai di gerbang Pendapa Malawapati, Api Abadi diserahkan kepada Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar.
Begitu menerima, Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar membawa Api Abadi itu masuk Pendapa Malawapati. Diserahkan kepada Bupati Bojonegoro Setyo Wahono untuk disemayamkan. Menandai awal Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-348 secara resmi.

Prosesi penyemayaman Api Abadi setahun sekali tersebut tidak hanya disaksikan para pejabat Pemkab Bojonegoro. Tapi juga masyarakat banyak. Suasana sakral, hikmat. Pendapa Malawapati penuh rasa kebersamaan, diliputi kebahagiaan. Seusai tema HJB ke-348 yakni Bersinergi untuk Bojonegoro Mandiri.
Terlebih, usai penyemayaman api, ada syukuran. Diisi penyantunan kepada anak yatim dan dhuafa. Doa lintas agama. Memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan Bojonegoro. Makan bersama jadi penutup syukuran antara pemerintah dengan warga Bojonegoro itu.

Dalam sambutan, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengingatkan, penetapan 20 Oktober sebagai HJB memiliki nilai sejarah yang kuat. Pada 1677 di tanggal tersebut, wilayah Bojonegoro lepas dari kekuasaan Mataram. Berdiri sendiri sebagai pemerintah kabupaten.
Bupati Bojonegoro asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro itu meneruskan, betapa penting meneladani semangat, keinginan, dan perjuangan para leluhur yang telah menanggung berdirinya Bojonegoro. Itu bisa menjadi mimesis bagi masa kini.
“Semangat, keinginan, dan perjuangan para leluhur harus terus kita nyalakan. Nilai-nilai gotong royong dan budaya baik lainnya, merupakan warisan luhur yang harus kita jaga,’’ tuturnya, Minggu (19/10/2025) malam.
Untuk diketahui, acara syukuran menyambut HJB ke-348 serupa di Pendapa Malawapati juga diselenggarakan di 430 kelurahan/desa se-Bojonegoro. Nuansa kebersamaan, kebahagiaan, dan doa-doa, menguar dari seluruh penjuru Bojonegoro pada Minggu (19/10/2025) malam itu. (sab/kza)

