Pengurus Dharma Wanita Disbudpar Dikukuhkan di Kayangan Api, Bawa Nyala Promosi Pariwisata

15/04/2026
KAGUM: Seorang pengurus dharma wanita berjalan di atas bebatuan api abadi Kayangan Api saat pengukuran DWP Disbudpar Bojonegoro, Rabu (15/4/2026). (Foto: Lukman Hakim/ Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Pengukuhan Pengurus Dharma Wanita Persatuan  (DWP) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro penuh makna. Berlangsung di Kayangan Api dengan seksama pada Rabu (15/4/2026) pagi.

Pertunjukan tari thengul, tari mliwis, dan alunan nada paduan suara geopark dari para anggota dharma wanita menambah semarak rangkaian acara. Bernuansa khidmat. Semua pengurus siap membawa nyala pengembangan pariwisata daerah. Mengorbitkan geopark Bojonegoro.

Amin Asrofin menjadi nakhoda pengurus Dharma Wanita Disbudpar Bojonegoro periode 2024-2029. Tidak sekadar seremoni, pengukuhan berbarengan agenda trip promotion geopark. Melakukan tur di beberapa situs Kayangan Api.

Ibu-ibu berseragam membuat konten dan berfoto selfi. Mengajak emak-emak untuk sesarengan membanjiri media sosial (medsos) dengan konten kunjungan ragam wisata. Juga, geopark Bojonegoro.

Penasehat DWP Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina mengatakan, setelah vakum lima tahun, pengukuhan pengurus menjadi titik balik peran. Dharma Wanita Disbudpar akan berkontribusi dalam pembangunan pariwisata daerah.

Terutama pada destinasi wisata geopark yang menjadi fokus pengembangan Bojonegoro mendatang.

‘’Tidak hanya pengukuhan, ibu-ibu juga akan membantu dharma wanita di kabupaten untuk promosi wisata berbasis geopark,” tutur kepala Disbudpar yang baru berberapa bulan menjabat tersebut.

PENUH MAKNA: Para anggota Dharma Wanita Persatuan Disbudpar Bojonegoro saat pengukuhan di Kayangan Api. Pengurus DWP ini bertekad membantu pengembangan pariwisata daerah. Termasuk wisata berbasis geopark. (Foto Lukman Hakim/ Bojonegoro Raya).

Elzadeba menjelaskan, bagus tidaknya destinasi wisata ditandai dengan banyaknya kunjungan dan pengembangan wisata. Sehingga, keterlibatan ibu-ibu dharma wanita, akademisi, dan masyarakat menjadi penting.

Adanya trip promotion menjadi cara untuk peningkatan pariwisata. Mengerek okupansi wisata daerah.

‘’Ibu-ibu bisa mengajak semua anggotanya berkunjung datang belajar di wisata Kayangan Api. Insya Allah kami akan siapkan guide khusus,” tutur perempuan pernah menjabat kepala dinas koperasi tersebut.

Elzadeba meyakini, jika kalangan emak-emak sudah terjun mengajak kolega, sanak saudara, tentu akan terjadi multiplier effect. Membuat konten setiap destinasi wisata. Dan, akan menjembatani promosi wisata daerah agar lebih baik ke depannya.

Baca Juga :  Energi Jambaran Tiung Biru, Menyalakan Seni-Budaya di Desaku

Cantika Wahono istri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, tugas dharma wanita salah satunya turut serta pengembangan pariwisata.

Jika emak-emak sudah ikut terjun promosi, membuat konten kreatif dan memanfaatkan media sosial, akan lebih viral.

‘’Mengisi konten media sosialnya, wisata yang ada di Bojonegoro ini akan bisa booming,” ujarnya.

Cantika berharap, pengurus DWP disbudpar baru dapat merumuskan program yang inovatif, adaptif, dan relevan. Selan itu, harus ada pemberdayaan perempuan dan peningkatan kapasitas. Bisa dengan personal branding, pelatihan komunikasi yang bagus.

“Momentum pengukuhan ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat sinergi dan meberikan kontribusi nyata untuk kemajuan Bojonegoro,” jelasnya. (man/kza)

error: Content is protected !!