BOJONEGORORAYA — Para pengemudi ojek online (ojol) di Bojonegoro sempat kena dampak tidak langsung atas fenomena motor brebet seusai diisi Pertalite pekan kemarin.
Mereka khawatir mengisi BBM motornya dengan Pertalite. Beberapa motor ada yang juga terasa tidak enak. Mereka pun beralih ke Pertamax. Namun, peralihan itu tidak lama.
Saat ini, para pengemudi ojol tersebut sudah kembali ke Pertalite. Hal itu diungkapkan Ketua Komunitas Ojol Bojonegoro Suwito. Kata dia, para rekannya kini sudah hilang khawatir.
“Sudah sekitar tiga hari ini kami pakai Pertalite lagi. Motor berjalan normal. Nggak ada brebet atau mogok,” ujarnya, Kamis (6/11/2025) sore.
Wito mengapresiasi langkah cepat dan tepat dari pihak SPBU dan Pertamina yang melakukan pengecekan serta penanganan di lapangan. Menurut dia, hal tersebut langkah yang baik.
“Kami berharap ke depan nggak ada lagi kejadian serupa. Sekarang, Pertalite sudah aman. Kami pakai seperti biasa,” harapnya.
Ketua Perhimpunan Driver Online Indonesia Tuban Yuri Novianto mengatakan serupa. Dia juga mengilas balik, pekan kemarin motor rekannya banyak brebet usai diisi Pertalite.
“Mereka pun keluar biaya tambahan untuk perbaikan motor. Lalu kami ramai-ramai beralih ke Pertamax,” kenangnya.
Karena pakai Pertamax, lanjut Yuri, biaya operasional menjadi membengkak. Saat pakai Pertalite hanya Rp 50.000—60.000 per hari. Kala pakai Pertamax bisa tembus Rp 100.000 per hari.
“Kini, kami sudah pakai Pertalite lagi. Kami berharap Pertamina terus memperketat pengawasan terhadap kualitas BBM-nya,” pungkasnya. (sab/kza)

