Bupati Wahono Apresiasi Gema Pangan, Sebutir Nasi Bisa Jadi 50 Ton Setahun

11/11/2025
APRESIATIF: Bupati Wahono dan Kepala DKPP Bojonegoro Zaenal Fanani foto bersama dengan para juara lomba Olah Sisa Jadi Rasa, Selasa (11/11/2025). (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA — Gerakan Masyarakat Selamatkan Pangan (Gema Pangan) inisiatif Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, diapresiasi banyak pihak.

Termasuk, diapresiasi Bupati Bojonegoro Setyo Wahono. Beberapa waktu lalu, DKPP Bojonegoro gelar lomba perihal gerakan itu. Tajuknya “Olah Sisa Jadi Rasa”.

Para pemenang menerima hadiahnya di Ruang Angling Dharma, Pemkab Bojonegoro, Selasa (11/11/2025). Bupati Wahono hadir langsung dalam agenda tersebut.

Dia menyapa ramah para pemenang lomba Olah Sisa Jadi Rasa. Juga menyerahkan trofi dan uang pembinaan kepada masing-masing juara, secara simbolis dan seremonial.

Dalam kesempatan itu, Bupati Wahono menampakkan kebahagiaannya. Dia menyatakan, sangat mengapresiasi Gema Pangan berikut lomba dan inovasi para pemenangnya.

Dia juga menandaskan, ketahanan bukan sekadar soal besar-besaran hasil produksi pangan. Tapi, juga bagaimana hasil produksi pangan itu disadari, disyukuri, dan dikelola secara baik.

Gema Pangan, lanjut Bupati Wahono, bisa menjadi langkah nyata Pemkab Bojonegoro untuk menyadarkan atau mengampanyekan hal tersebut kepada masyarakat.

“Kita harus menghargai setiap butir pangan,” tutur Bupati Bojonegoro kelahiran 1972 itu.

Bupati Wahono meneruskan, salah satu cara menghargai setiap butir pangan ialah mengolah sisa makanan sebagaimana dipraktikkan dalam lomba Olah Sisa Jadi Rasa.

“Pengolahan sisa pangan bukan hanya mengurangi limbah. Tapi juga membuka peluang ekonomi baru,” lanjutnya.

Karena itu, dia meminta DKPP Bojonegoro menindaklanjuti inovasi masyarakat dalam lomba Olah Sisa Jadi Rasa. Kebutuhan untuk memfabrikasikan inovasinya, harus didukung.

“Supaya inovasi itu bisa berkembang sebagai produk. Tumbuh UMKM. Punya dampak ekonomi berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani menyampaikan terima kasih atas seluruh apresiasi dan partisipasi terhadap Gema Pangan yang diinisiasi pihaknya tersebut.

Pejabat akrab disapa Zaenal itu turut menegaskan, Gema Pangan yang diinisiasi DKPP Bojonegoro merupakan gerakan penting dalam isu ketahanan pangan. Bukan sekadarnya.

Baca Juga :  Festival Samin, Pelestarian Teladan di Tepi Hutan

“Melalui Gema Pangan, kami mengajak masyarakat lebih bijak dan kreatif dalam mengelola pangan,” tandasnya.

Berdasarkan kalkulasi, lanjut Zaenal, sisa nasi di Bojonegoro bisa mencapai 50 ton dalam setahun. Itu jika setiap warga Bojonegoro menyisakan sebutir nasi setiap kali makan—dalam setahun.

“Bayangkan, 50 ton nasi bisa terkumpul dalam setahun. Jika nasi di piring kita sisa sebutir saja,” imbuhnya. (sab/kza)

error: Content is protected !!