Pemkab Bojonegoro Raup DBH SDA Rp 1,94 triliun, Minyak Bumi Sangat Mendominasi

DOMINAN: Lapangan Banyu Urip. Salah satu tambang minyak bumi di Bojonegoro. Pemasok DBH SDA terbesar. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA — Aneka sumber daya alam (SDA) di Bojonegoro ialah anugerah. Mendatangkan keuntungan fiskal besar. Salah satunya, bagi Pemkab Bojonrgoro.

Tahun ini, Pemkab Bojonegoro menerima dana bagi hasil (DBH) melimpah dari anugerah SDA itu. Istilahnya DBH SDA. Nilianya mencapai Rp 1,94 triliun.

Hal itu diutarakan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro Teguh Ratno Sukarno. Dia menyebut, minyak bumi sangat mendominasi asal usul DBH SDA tersebut.

“DBH SDA dari minyak bumi Rp 1,93 triliun,” ujarnya kepada awak media, Senin (1/12/2025) siang.

Sisanya, DBH SDA berasal dari gas bumi Rp 11 miliar, mineral-batu bara Rp 1,95 miliar, kehutanan Rp 576,4 juta, perikanan Rp 851 juta, panas bumi Rp 13,2 juta.

Teguh meneruskan, sampai awal Desember 2025 ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah beberapa kali menyalurkan DBH SDA untuk Pemkab Bojonegoro itu.

“Sudah disalurkan 99 persen. Dalam beberapa kali. Perkiraan, akan ada penyaluran lagi akhir 2025 ini. ” jelasnya.

Penyaluran kembali pada pengujung 2025 itu, kata pejabat asal Surabaya tersebut, ialah DBH SDA sektor perhutanan. Nilainya diketahui sekitar Rp 144 juta.

“Kapan sisa DBH SDA itu akan disalurkan, pemerintah pusat yang tahu. Tapi, pasti disalurkan tahun ini,” imbuhnya.

Untuk diketahui, pada 2025 ini, sedikitnya ada delapan kali penyaluran DBH SDA untuk Pemkab Bojonegoro. Terjadi sejak awal hingga akhir tahun ini.

Penyaluran DBH SDA 2025 pertama terjadi pada akhir Januari sebesar Rp 194,7 miliar. Terakhir, pada akhir November sebanyak Rp 389,2 miliar. (sab/kza)

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran menjadi Tantangan Megaproyek JLS Bojonegoro
error: Content is protected !!