BOJONEGORORAYA – Sebanyak 16.398 aparatur sipil negara (ASN) di Bojonegoro harus membeli telur Gayatri. Sebulan sekali 2 kilogram. Tertuang dalam surat edaran (SE) Bupati Setyo Wahono.
SE ini memberi senyum kepada peternak atau keluarga penerima manfaat (KPM). Produksi telur akan terserap. Termasuk membuka keran stabilitas ketika harga anjlok.
Program gerakan beternak ayam mandiri (Gayatri) sudah berjalan setahun sejak peluncuran pada 22 April 2025. Berdasar data Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, jumlah KPM sebanyak 4.300 orang. Setiap KPM atau peternak mendapat bantuan 45 ekor ayam.
Berdasar data Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatiham (BKPP) Bojonegoro, jumlah ASN pemkab sebanyak 16.398 jiwa. Meliputi 7.016 PNS dan 9.382 PPPK.
Jika estimasi 16.398 ASN setiap bulan rutin membeli telur 2 kilogram, tentu butuh sebanyak 32.796 kilogram telur gayatri. Atau setara 32,7 ton telur. Penyerapan melalui kantong ASN.

Mengantisipasi Anjloknya Harga Telur
Sekretaris Disnakkan Bojonegoro Elfia Nuraini mengatakan, untuk mendongkrak harga telur yang jatuh, pemkab menerbitkan surat edaran untuk para ASN. Menyerap telur Gayatri.
‘’Dengan satu bulan wajib membeli minimal 2 kilogram untuk mendongkrak saat harga telur jatuh,” katanya kepada Bojonegoro Raya, Jumat (8/5/2026) .
Menurut Elfia, ASN pemkab bisa membeli telur kepada peternak Gayatri tersebar di setiap desa. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan ASN setiap kecamatan bergerak bersama membeli telur.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Disnakkan Indra Firmansyah memastikan, suplai telur Gayatri bakal terserap ASN tersedia setiap bulannya. Nantinya, setiap kecamatan dan desa akan berkoordinasi pembelian telur.
‘’Agar nanti tidak terlalu jauh mengambil telurnya,” katanya.

Bumdes Mulai Menjual Pakan
Menurut Indra, hasil perhitungan year to year 2025, program Gayatri salah satunya berdampak pada telur tidak termasuk komoditas yang memengaruhi inflasi.
‘’Karena dari tetangga sudah ada. Tidak terlalu tinggi dan mudah mendapatkannya,” jelasnya.
Indra mengatakan, penjual pakan ternak mulai merambah di setiap kecamatan. Termasuk terdapat 12 badan usaha milik desa (Bumdes) yang sudah menjual pakan ternak. Dan, membeli telur gayatri.
Bahkan, menurut Indra, masih mengupayakan terbentuk kelompok Gayatri setiap kecamatan.
‘’Contohnya di Kecamatan Ngambon, saat ini masih untuh 40 KPM Gayatri. Mereka sudah menjual pakan 3,5 ton. Pngurusnya mengambil telur dan mengirim pakan,” jelasnya. (man/kza)

