BOJONEGORORAYA — Sejumlah investasi baru, berencana masuk ke Bojonegoro pada 2026 mendatang. Akan membangun industri-industri pengungkit ekonomi.
Beberapa waktu ke belakang, sejumlah investor sudah berkoordinasi dengan Pemkab Bojonegoro. Menjalin komunikasi. Lobi-lobi.
Hal itu diungkapkan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat diwawancara Bojonegoro Raya di Hotel Eastern Bojonegoro, Kamis (11/12/2025) siang.
“Investasi yang rencananya masuk ke sini (Bojonegoro, red) pada 2026 di antaranya industri garmen, sepatu, dan rokok,” ujarnya dalam wawancara cegat itu.
Dari mana asal investasi tersebut, Bupati Wahono belum mengemukakan. Yang pasti, sudah ada komunikasi cukup aktif dengan para investornya.
”Kami berharap, rencana mereka untuk berinvestasi ke sini, jadi. Terealisasi,” tutur bupati sebelumnya malang melintang di dunia bisnis tersebut.
Menurut Bupati Wahono, investasi seperti industri garmen, sepatu, dan rokok merupakan investasi yang pas untuk Bojonegoro. Jenisnya padat karya.
”Industri padat karya adalah investasi yang paling ideal untuk Bojonegoro. Bisa menyerap banyak tenaga kerja,” jelasnya.
Perihal investasi jumbo industri bioetanol di Bojonegoro, Bupati Wahono menyampaikan, itu bukan otoritas Pemkab Bojonegoro.
”Industri bioetanol itu PSN (proyek strategis nasional, red). Langsung (diotoritasi, red) pemerintah pusat,” jelasnya.
Kendati demikian, dia memastikan, Pemkab Bojonegoro di bawah kepemimpinannya akan ramah terhadap setiap investasi. Dengan catatan, tetap profesional. Sesuai peraturan berlaku.
”Terkait pemberian insentif untuk para investor yang menanamkan investasi ke sini, itu akan kami pertimbangkan dulu,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Bupati Wahono mengemukakan, investasi di Bojonegoro selama ini kurang bergeliat karena satu dan lain hal.
Di antaranya, banyak lahan di Bojonegoro merupakan milik Perhutani. Juga, banyak lahan di Bojonegoro berstatus LSD atau Lahan Sawah Dilindungi.
”Kami sudah berkoordinasi dengan Perhutani dan para terkait untuk mencari solusi atas itu. Insyaallah, sudah lebih mudah sekarang,” pungkasnya.
Diketahui, nilai investasi di Bojonegoro pada 2025 ini tercatat sekitar Rp 3,9 triliun. Paling banyak, ditopang oleh pertumbuhan dan perkembangan UMKM.
Hal tersebut diutarakan Joko Tri Cahyono selaku Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bojonegoro.
Dia mengungkapkan itu dalam diskusi Trauma dan Calon Investor di Kedai Kopitalist, perkotaan Bojonegoro, Selasa (12/11/2025) malam. (sab/kza)

