BOJONEGORORAYA — Sejak awal Januari hingga akhir Desember 2025 ini, ada banyak kebakaran di Bojonegoro. Sedikitnya, 246 kali.
Hal itu dikemukakan Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkar dan Penyelamatan Bojonegoro Ahmad Agus Salim.
‘’Kebakaran paling sering terjadi pada September 2025. Terekap 44 peristiwa pada bulan itu,’’ ujarnya, Sabtu (27/12/2025) siang.
Agus sapaannya menambahkan, kebakaran paling banyak terjadi di lahan/pekarangan. Disusul di permukiman/rumah warga. Lalu, tempat usaha.
‘’Mayoritas, kebakaran itu dipicu oleh gangguan kelistrikan dan kebocoran LPG,’’ ungkapnya.

Akibat 246 kebakaran tersebut, total kerugian material ditaksir sekitar Rp7,3 miliar. Sementara, aset berhasil diamankan sekitar Rp 293 miliar.
Agus berharap, ke depan peristiwa kebakaran bisa berkurang. Pihaknya mengklaim telah melakukan berbagai upaya untuk itu.
Salah satunya, terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan hingga penanganan dini terhadap kebakaran.
‘’Kami juga melakukan evaluasi perihal kecepatan dan ketepatan merespons kebakaran,’’ pungkasnya. (sab/kza)

