BOJONEGORORAYA — Moch. Eko Susilo Putro, M. Rudy Lutfy, Edi Sukristiono, Purnomo, Andre Ardianta, dan Mulyo Utomo telah menunaikan tugas kemanusiaan di pulau seberang.
Bersama para rekan dari PLN UID Jatim dan UID lain, enam petugas PLN UP3 Bojonegoro itu sukses memulihkan listrik di Aceh–pascabanjir bandang dan longsor. Khususnya, di Aceh Tamiang.
Momen membahagiakan tersebut terjadi pada Senin (22/12/2025). Setelah para petugas PLN itu berhasil menormalkan dua trafo distribusi di Kampung Jawa.
Adapun, para pejuang kelistrikan dari UID Jatim termasuk enam personel dari PLN UP3 Bojonegoro dimaksud berangkat ke Aceh pada Rabu (17/12/2025).
Sesampainya di Tanah Rencong itu, mereka bergegas menuju lokasi terdampak. Langsung melakukan berbagai upaya untuk memulihkan jaringan listrik.
Fokusnya, memulihkan jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) di wilayah Lubuk Sidup, tepatnya di sekitar jembatan putus diterjang banjir bandang.
Selain itu, mereka juga memulihkan Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR), trafo distribusi, hingga Sambungan Rumah (SR).
Rudy Lutfy, salah satu petugas PLN UP3 Bojonegoro bersyukur upayanya bersama rekan-rekan berbuah hasil. Menghadirkan terang untuk masyarakat Aceh.
Dia menceritakan, tantangan terberat dihadapinya bersama rekan-rekan adalah medan terjal dengan kondisi cuaca masih sering hujan.
‘’Tidak hanya fisik, mental kami pun ikut diuji,’’ ungkapnya.
Pemandangan rumah-rumah hancur dan hanyut serta anak-anak kehilangan tempat tinggal, lanjut dia, memicu prihatin bahkan duka mendalam.
‘’Namun, hal itu juga yang memompa semangat juang kami,’’ imbuhnya.
Rudy Lutfy menyebut, perjuangan memulihkan listrik di Aceh bukan sekadar menghadirkan terang setelah dilanda bencana.
‘’Tetapi juga tentang menumbuhkan harapan dan semangat masyarakat untuk bangkit lagi,’’ pungkasnya. (sab/kza)


