Kantor Kontraktor di Bojonegoro Terbakar: 8.000 liter Solar Ludes, Polisi Bereaksi

LUDES: Tangki-tangki solar milik PT Jaya Etika Beton tersisa rangkanya pascakebakaran, Selasa (6/1/2025) siang. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA — Kantor kontraktor di Desa Bulaklo, Kecamatan Balen, Bojonegoro, terbakar hebat, Selasa (6/1/2026) siang. Berasap hitam sangat pekat. Gegerkan warga setempat.

Titik kebakaran di kantor kontraktor proyek rehabilitasi jaringan irigasi itu, berada di bagian gudang. Meludeskan 8.000 liter solar yang ditimbun di dalam gudang tersebut.

Keterangan tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Bojonegoro Ahmad Agus Salim.

Dia menjelaskan, kebakaran kantor kontraktor itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Dilaporkan ke pihaknya pukul 11.03 WIB. Pihaknya tiba di lokasi pukul 11.12 WIB.

”Kami terjunkan 16 petugas dengan tiga truk damkar dan dua truk watersupplay. Kebakaran padam pukul 12.05 WIB ” ujarnya, Selasa (6/12/2026) siang.

Agus sapaannya meneruskan, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran hebat itu. Kerugian materil masih dalam penghitungan. Yang sudah pasti, 8.000 liter solar ludes.

”Solar itu ada di dalam delapan tangki di dalam gudang yang terbakar. Per tangki, isinya 1.000 liter,” jelasnya.

Lebih lanjut, Agus mengatakan, kebakaran hebat di kantor kontraktor itu diduga dipicu oleh konsleting listrik di bagian gudang. Percik apinya menyambar tangki solar.

Polisi Bereaksi, Melakukan Penyelidikan

Gudang berisi 8.000 liter solar yang terbakar hebat di Desa Bulaklo, Kecamatan Balen, Bojonegoro itu milik Niswatin. Sejak beberapa waktu lalu, ditempati kontraktor bernama PT Jaya Etika Beton. Statusnya sewa.

PT Jaya Etika Beton memerlukan hal itu seiring aktivitasnya dalam proyek rehabilitasi jaringan irigasi daerah irigasi (DI) Pacal sepanjang sekitar 5 km di Kecamatan Balen hingga Sumberrejo, Bojonegoro.

Adapun, proyek rahabilitasi jaringan irigasi DI Pacal melibatkan PT Jaya Etika Beton itu milik Kementerian PUPR, diwenangi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Nilai proyeknya sekitar Rp 47,5 miliar.

Baca Juga :  Pj Sekda Bojonegoro Berganti, Kini Dijabat Andik Sudjarwo

Kapolsek Balen AKP Sri Windiarto tidak menampik informasi dimaksud. Dia menambahkan, saat ini peristiwa kebakaran di kantor PT Jaya Etika Beton tengah diatensi pihaknya. Sejumlah orang dimintai keterangan.

”Kami melakukan penyelidikan. Berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Bojonegoro untuk proses lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara itu, pihak PT Jaya Etika Beton belum memberikan keterangan resmi perihal musibah yang dialaminya. Namun, menurut AKP Sri Windiarto, kerugian dialami PT Jaya Etika Beton ditaksir senilai Rp 350 juta.

’’Itu berdasarkan keterangan salah satu pekerja (PT Jaya Etika Beton, red) bernama Hanif,’’ pungkas Perwira Menengah Polri di Polres Bojonegoro tersebut. (sab/kza)

error: Content is protected !!