Merancang Pembangunan Bojonegoro 2027, Fokus Tujuh Isu

PEMIMPIN: Bupati Wahono saat memberi sambutan dalam FKP Rencana Awal RKPD 2027, (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA — Agenda pembangunan Bojonegoro pada 2025 sudah rampung. Untuk 2026, segera bergulir. Untuk 2027, mulai dirancang.

Salah satu langkah awal merancang pembangunan 2027 itu, Pemkab Bojonegoro menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP), Jumat (23/1/2026) pagi.

Tajuknya FKP Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Berlangsung di Ruang Pertemuan Angling Dharma Pemkab Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wabup Bojonegoro Nurul Azizah, dan Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar, memimpin jalannya FKP itu.

Ketiganya didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Edi Susanto dan Sekretaris Bappeda Jawa Timur (Jatim) Andhika Pratama Herlambang.

Adapun, FKP tersebut diikuti sekitar 100 orang. Birokrat, aparat, akademisi, tokoh masyarakat, pengusaha, hingga perwakilan organisasi dan komunitas.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan, FKP merupakan momen sangat penting untuk Pemkab Bojonegoro.

Melalui FKP, kata Bupati Wahono, RKPD 2027 terancang secara inklusif. Melibatkan masyarakat, selaras dengan aspirasi masyarakat.

‘’Menjadi fondasi kuat bagi agenda pembangunan Bojonegoro,’’ tandasnya.

Bupati Wahono meneruskan, pembangunan Bojonegoro pada 2027 dirancang berfokus pada tujuh isu. Mengikuti RPJMD 2024-2029.

Tujuh isu itu pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, ketahanan pangan, pengendalian inflasi, digitalisasi layanan, kebencanaan, reformasi birokrasi.

Sementara itu, Abdullah Umar menyampaikan, penelaahan pokok pikiran (pokir) DPRD Bojonegoro menjadi bagian penting dalam penyusunan RKPD.

‘’Hingga saat ini, ada 809 usulan kegiatan (pokir, red) dari seluruh fraksi di DPRD Bojonegoro,’’ imbuhnya. (sab/kza)

Baca Juga :  Nurul Azizah Sidak PT Sata Tec Indonesia, Tegaskan Penghentian Operasional
error: Content is protected !!