Bupati Wahono: Kritik dari Media Penting untuk Pembangunan Daerah

RAMAH MEDIA: Bupati Wahono dalam acara buka bersama dengan para awak media Bojonegoro, Jumat (27/2/2026) petang. (Foto: Dok. PWI Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono buka bersama dengan para awak media Bojonegoro di Pendapa Malawapati, Jumat (27/2/2026) petang.

Agenda tersebut diinisiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro, didukung empat badan usaha milik daerah (BUMD) Bojonegoro.

Dalam momen itu, Bupati Wahono berharap media selalu berjalan di jalurnya. Pemkab Bojonegoro terbuka terhadap kehadiran media. Termasuk, lemparan kritiknya.

‘’Kritik dari media penting bagi pembangunan daerah,’’ ujarnya, Jumat (27/2/2026) petang.

Namun, dia menggarisbawahi, kritik atau kerja-kerja media tentu harus selalu berpegang teguh pada undang-undang pers dan kode etik jurnalistik. Sonder mens rea.

‘’Kritik harus konstruktif. Dilandasi oleh niat baik. Juga berdasarkan fakta dan data,’’ imbuhnya.

Lebih dari itu, Bupati Wahono berharap seluruh media di Bojonegoro memiliki semangat memajukan Bojonegoro. Dia menegaskan, media merupakan mitra pihaknya.

‘’Media merupakan mitra pembangunan pemerintah. Mari sama-sama memajukan Bojonegoro,’’ tuturnya.

Sementara itu, Ketua PWI Bojonegoro Sasmito Anggoro menyampaikan terima kasih kepada Bupati Wahono dan Pemkab Bojonegoro yang telah mendukung agendanya.

‘’Ini bukan sekadar buka puasa bersama. Tapi juga ajang memperkuat sinergi antara awak media dan pemerintah,’’ jelasnya.

Sasmito berharap, media memahami maksud Bupati Wahono. Media sah bersikap kritis. Namun, tidak boleh serampangan. Harus selalu mengedepankan etika.

‘’Wartawan atau jurnalisnya juga harus berkompetensi. Legal. Paham jurnalisme. Tidak asal-asalan,’’ (sab/kza)

Baca Juga :  Sepi dan Terbengkalai, Taman Rajekwesi Bojonegoro Bakal Dirombak
error: Content is protected !!