Parade Oklik Bojonegoro Dimeriahkan 24 Grup, Diiringi Pawai Obor Sewu

NYENI: Salah satu grup oklik dalam Parade Oklik Bojonegoro, Kamis (19/3/2026) malam. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Pemkab Bojonegoro menggelar parade oklik, Kamis (19/3/2026) malam. Tetabuhan berarak-arakan. Meriah. Jadi tontonan.

Parade itu mengitari kota. Start di Jalan P. Mas Tumapel atau sisi timur Alun-Alun Bojonegoro, depan perkantoran Pemkab Bojonegoro.

Kemudian bergerak ke Jalan Imam Bonjol, Jalan Mastrip, Jalan MH Thamrin, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Trunojoyo, kembali ke Jalan P. Mas Tumapel. Finish.

24 grup oklik dari berbagai kecamatan memeriahkan parade itu. Diiringi Pawai Obor Sewu. 1.100 obor menyala. Dibawa para siswa dari 50 sekolah. 

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono hadir membuka kegiatan tersebut. Didampingi Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah dan jajaran.

Dalam sambutannya, Bupati Wahono menyampaikan, parade oklik merupakan upaya melestarikan budaya lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Parade oklik selalu diadakan setiap tahun. Kita ingin memperkenalkan budaya daerah, terutama kepada anak muda,” ujarnya.

Bupati Wahono meneruskan, oklik merupakan warisan budaya Bojonegoro. Berpotensi menjadi ikon Bojonegoro yang membanggakan.

Oleh karena itu, Bupati Wahono mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kepala desa dan camat, untuk aktif melestarikan oklik.

“Saya berharap setiap kecamatan memiliki minimal dua hingga tiga grup oklik yang bisa menjadi kebanggaan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu warga, Silvi, mengaku antusias menonton parade oklik. Menjadi hiburan selagi mudik di Bojonegoro.

“Acara ini sangat menghibur, apalagi menjelang Lebaran. Semoga ke depan bisa terus diadakan setiap tahun,” ungkapnya. (sab/kza)

Baca Juga :  Indeks Pembangunan Manusia Bojonegoro Tumbuh 1,36 Persen, Tertinggi se-Jatim
error: Content is protected !!