Truk dan Pikap Mulai Mejeng di 57 Koperasi Merah Putih, Rerata Gerai Beras dan Minyak

30/03/2026
SIRAMAN KENDARAAN: Bupati Bojonegoro Setyo Wahono didampingi Dandim 0813 menyiram air ke kendaraan saat prosesi distribusi 57 mobil niaga ke KDKMP.

BOJONEGORORAYA – Truk dan pikap putih mulai mejeng di 57 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Bojonegoro. Dua mobil niaga KDKMP kinyis-kinyis tersebut menjadi pengangkut logistik dan operasional.

Rerata gerai Koperasi Merah Putih berusaha berbisnis kebutuhan pokok harga grosir. Seperti beras dan minyak goreng. Distribusi mobil operasional bertahap. Bagi yang penuhi syarat. Babak pertama ini menyasar 57 KDKMP.

Satu Koperasi Merah Putih ini dipasrahi dua tipe mobil. Yakni, truk Mitsubishi Canter FE 74HDS. Dan, pikap 4×4 Scorpio. Armada niaga desa ini identik serbaputih dengan adanya stiker. Nopol pelat putih angka merah.

Kendaraan operasional ini impor dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. Pendistribusian di Kodim 0813 Bojonegoro bersama Bupati Setyo Wahono pada Senin (30/3/2026).

Distribusi bertahap. Rencananya total ada 763 unit mobil operasional. Bakal mengisi 382 titik KDKMP di Bojonegoro.

“Setiap KDKMP akan mendapatkan dua unit mobil untuk menunjang operasional,” tutur Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.

Dedy mengatakan, distribusi tahap awal menyasar kepada KDKMP sudah memenuhi persyaratan. Yakni, bangunan sudah selesai 100 persen dan siap menjalankan usaha.

Berharap armada ini mempermudah aktivitas mengangkut logistik di masing-masing gerai koperasi.

“Distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok diharapkan semakin lancar. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat desa di Bojonegoro,” harapnya.

Rerata Berjualan Beras dan Minyak Goreng

Ketua Asosiasi KDKMP Kabupaten Bojonegoro Yanto mengatakan, armada terdistribusi memudahkan pengangkutan logistik untuk mengisi gerai koperasi.

“Yang penting justru armada. Artinya kendaaran bagi bisnis itu penting. Kalau mengambil barang tidak perlu memikirkan menyewa truk,” tutur pria asal Kecamatan Padangan tersebut.

Yanto membeberkan, saat ini ada 50 lebih KDKMP sudah beroperasi. Aktivitas mengambil stok beras dari Bulog dengan harga jual di bawah harga eceran.

Baca Juga :  PLN ULP Bojonegoro dan PLN Icon Plus Sosialisasikan Layanan di Desa Trucuk

Misalnya, menurut Yanto, salah satu KDKMP di Kecamatan Padangan. Rantai pasok sudah terbentuk. Distribusi elpiji sudah menadapat jatah dari Pertamina.

Adapun, rerata saat ini gerai bisnis KDKMP yakni menjual barang pokok dengan harga grosir.

“KDKMP yang sudah jalan usaha beras SPHP dan Minyakkita. Itu paling gampang,” tuturnya. (man/kza)

error: Content is protected !!