BOJONEGORORAYA – Animo berkuliah di kampus negeri juga terjaga di SMA Sugihwaras. Sekolah di kecamatan pinggiran Bojonegoro tersebut, terdapat 16 siswa lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Terbanyak, delapan siswa diterima di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). SMAN Sugihwaras terus berupaya siswa-siswi kelas XII agar melanjutkan kuliah. Tuntas di perguruan tinggi.
‘’Dari 16 siswa yang lolos SNBP, terbanyak lolos di Unesa. Ada delapan siswa,’’ tutur Kepala SMAN Sugihwaras Abdul Jalil kepada Bojonegoro Raya, Rabu (1/4/2026).
Ada satu siswa lolos masuk di Institut Teknologi 10 September (ITS) Surabaya. Jurusan Teknik sipil. Juga, satu siswa masuk Universitas Airlangga. Dua siswa masuk UIN Sunan Ampel Surabaya.
Juga, satu siswa masing-masing diterima di kampus Universitas Jember, Universitas Trunojoyo Madura, hingga UPN Veteran Jatim.
‘’Ada juga satu siswa yang masuk di Universitas Palangkaraya,’’ tutur Jalil.
Jalil mengatakan, jumlah 16 siswa yang diterima SNBP 2026 ini cukup stabil dengan tahun lalu. Pada 2025, ada 18 siswa yang diterima di SNBP. Dan, pada 2025 total yang tembus perguruan tinggi negeri (PTN) melalui SNBP dan SNBT ada 35 siswa.
‘’Semoga nanti ada tambahan siswa yang lolos kampus negeri melalui jalur tes atau SNBT,’’ tutur mantan kepala SMAN Gondang tersebut.

Gairahkan Siswa Semangat Berkuliah
SMAN Sugihwaras termasuk sekolah negeri di kecamatan pinggiran atau pelosok. Berjarak sekitar 22 kilometer dari pusat perkotaan Bojonegoro. Namun, pendidik SMAN Sugihwaras berupaya terus gairakan siswa berkuliah.
‘’Harus itu. Dan, terus kami gelorakan siswa semangat berkuliah. Melanjutkan ke perguruan tinggi,’’ tutur Jalil.
Jalil mengatakan, pihak sekolah telah merancang beragam strategi agar siswa-siswi bersemangat berkuliah. Melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
Misalnya, menurut Jalil, pihak sekolah menggelar expo kampus. Juga, mendatangkan motivator ke sekolah. Tujuannya, untuk memberi motivasi siswa untuk berkuliah.
‘’Juga mendatangkan orang tua, bagaimana termotivasi anaknya berkuliah,’’ tutur Kasek pernah mengajar di SMAN 1 Bojonegoro tersebut. (man/kza)

