BOJONEGORORAYA – Pendampingan terhadap Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh Bussines Assistant (BA) dirasa belum maksimal. Pengurus KDKMP wadul Dandim Bojonegoro.
Berharap ada perbaikan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) untuk pendampingan. Demi kemajuan Koperasi Merah Putih. Keberlanjutan.
‘’Kami sudah sampaikan kepada Pak Dandim bahwa kemarin ketika ada BA pendampingan pertama ternyata belum efektif,” tutur Ketua Asosiasi KDKMP Bojonegoro Yanto kepada Bojonegoro Raya Rabu (1/4/2026).
Yanto menegaskan, para pendamping yang memfasilitasi rerata berbekal materi. Butuh riwayat terjun bidang wirausaha. Sehingga, pengurus KDKMP kurang mendapatkan pemahaman utuh mengenai model bisnis yang dijalankan.
“Rerata tidak memiliki basic sebagai wirausaha. Tahunya fasilitasi, tetapi untuk kemanfaatannya rerata kurang maksimal,” tutur Yanto.
Menurut dia, BA untuk pendampingan KDMP penting untuk membimbing pengurus menjalankan bisnis koperasi. Butuh pengalaman BA terjun di wirausaha.
Setidaknya, menurut Yanto, agar pengurus bisa belajar dari pengalaman nyata. Tidak sekadar paparan materi.
Berlanjut Lakukan-Langkah Perbaikan
Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto mengaku telah menerima keluhan dari perwakilan pengurus KDKMP terkait pendampingan. Dandim akan melakukan langkah-langkah mengakomodir kebutuhan para pengurus koperasi.
“Kami sudah diskusikan dengan pengurus asosiasi. Ke depan kami akan melakukan langkah-langkah,” jelasnya.
Adapun pengurus KDKMP mendapatkan pendampingan untuk mendukung geliat koperasi. Termasuk sudah ada 57 Koperasi Merah Putih telah mendapatkan bantuan mobil opersional. Armada pikap dan truk.
Sementara itu, koordinator Pendamping KDMP Vera Nabila, tidak menjawab keluhan asosiasi pengurus Koperasi Merah Putih. Pihaknya menyarankan, jika ingin mendapat penjelasan untuk bersurat ke Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Dindagkop UM).
“Lebih baik bersurat dulu ke dinas terkait hal seperti ini,” katanya (man/kza)

