BOJONEGORORAYA – Memakai songkok hitam, Arief Januwarso berjalan pelan. Senyum. Bercelana jins merangsek ke depan saat berlangsung Musyawarah Daerah (Musda) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Bojonegoro.
Ayik sapaan akrabnya, mendapat kesempatan memberikan untaian sambutan sesaat terpilih menjadi ketua ICMI Orda Bojonegoro. Terpilih aklamasi.
‘’Amanat ini tidak ringan. Sebenarnya banyak yang lebih layak. Di sini (ICMI, Red) banyak doktor. Bahkan, ada profesornya juga. Karena ini amanat, mari kita kolaborasi untuk membawa kiprah ICMI lebih baik,’’ tutur Ayik dengan optimisme.
Musda berlangsung Sabtu (25/4/2026) siang. Sekaligus halal bihalal ICMI. Musyawarah berlangsung gayeng dan sederhana. Ayik menjadi nakhoda baru ICMI. Menggantikan Hanafi.
Hanafi merupakan mantan kepala dinas pendidikan (disdik). Saat ini, Hanafi menjadi ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Pernah dua periode mengurus kampus IAI Attanwir Talun Bojonegoro.
Ayik sejak awal mendapat amanat ketua pelaksana musda. Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro yang menaungi Universitas Bojonegoro (Unigoro) tersebut menyiapkan pelaksanaan musda. Musda lancar.
Lelaki pernah menjadi anggota Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (kini Bawaslu) tersebut mendapat tugas merumuskan pengurus baru. Sekaligus Ayik harus menyiapkan program strategis ICMI sebagai cendekiawan muslim.

ICMI Harus Terlihat Kepakaran dan Intelektualnya
Pitono Nugroho turut hadir dalam pelaksanaan musda ICMI Bojonegoro tersebut. Perwakilan dari ICMI Orwil Jawa Timur membakar semangat kepada pengurus ICMI Bojonegoro.
Pitono membeber arah strategi ICMI ke depan. Peran ICMI harus melahirkan intelektual dan kepakaran. Sehingga, ICMI menjadi think-thank pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan. Kolaborasi intelektual.
Menjadi sobat karib badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda) ketika membahas arah kebijakan dan pembangunan.
‘’Misalnya ICMI Malang, kerap kali menjadi teman berembugnya bappeda. Ikut musrenbang. Merumuskan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD),’’ tutur Pitono dengan khas pidatonya.

Menurut Pitono, ICMI juga diajak bersama menggagas smart city. Misalnya, membahas tentang smart hospital. Atau RS smart (rumah sakit). Dengan pendekatan teknologi, bisa mengetahui stok obat amoxilin secara online. Salah satu obat antibiotik.
Pitono juga mencontohkan, ICMI seharusnya berkontribusi dalam penerapan smart farming. Konsep manajemen pertanian mengintegrasikan teknologi digital.
Pitono banyak bercerita tentang hilirisasi pertanian. Kebetulan, Kabupaten Bojonegoro, merupakan kawasan agraria. Lumbung pangan. Setidaknya, sudah saatnya Bojonegoro sebagai lumbung gabah ini memiliki pabrik pupuk.
‘’Modal ICMI itu kepakaran. Intelektual. Terlebih anggotanya memiliki komponen lengkap. Akademisi, pebisnis, ormas, dan lainnya,’’ tutur lelaki tinggal di Lamongan tersebut.
Sementara itu, Arief Januwarso setelah terpilih kerap kali bersalaman dengan para peserta musda ICMI. Ayik memakai ciri khas dengan bersongkok. Hanya songkoknya menandakan akademisi. Songkok terdapat logo Unigoro. Orang kampus. (kza)


