BOJONEGORORAYA — Mayoritas calon jemaah haji (CJH) asal Bojonegoro merupakan perempuan. Jumlahnya 924 orang.
Sementara, CJH laki-laki jumlahnya 817 orang. Jika dikalkulasi, antara CJH laki-laki dan perempuan, selisihnya merentang 107 orang.
Hal itu diutarakan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bojonegoro Abdulloh Hafith.
Dia meneruskan, 1.741 CJH asal Bojonegoro mayoritas berusia 51–60 tahun. Ada 591 orang. Disusul usia 61–70 tahun, 464 orang.
‘’CJH tertua tercatat berusia 93 tahun. Termuda, 16 tahun,’’ terangnya, Jumat (1/5/2026) pagi.
Hafith sapaannya melanjutkan, 1.741 CJH itu rata-rata merupakan petani dan pekerja swasta. Petani jumlahnya 516 CJH. Pekerja swasta 503 CJH.
‘’Perihal latar belakang pendidikan, para CJH ini mayoritas lulusan SD. Jumlahnya 670 orang,’’ imbuhnya.
Eks pejabat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro itu berharap, para CJH tiba di Tanah Suci dengan selamat. Mudah dan lancar ibadahnya.
Alumnus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu juga berharap, para CJH bisa kembali ke tanah air dengan selamat. Menjadi haji mabrur. (sab/kza)

