Kisah Pendidikan dari Kecamatan Kedewan (2)

Merindu Sinyal Internet di Ruang Belajar

BUTUH SINYAL KUAT: Deretan komputer SMPN 1 Kedewan. Akses internetnya sering terkendala. Galat. (Foto: Lukman Hakim/Bojonegoro Raya)

SEMILIR angin dan rindang pepohonan meneduhkan SMPN 1 Kecamatan Kedewan. Sekolah di Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro itu tampak asri. Di bawah langit biru cerah. Siswa pun ceria.

Namun, tatkala mengakses smartphone di SMPN 1 Kedewan, butuh kesabaran. Sinyal internet masih sulit. Menjadi kendala bagi sekolah berjarak 37 km dari pusat perkotaan Bojonegoro tersebut.

Persisnya, sinyal internet tidak kuat dipakai oleh 50 komputer sekolah secara bersamaan. Akhirnya, siswa SMPN 1 Kedewan harus bergantian dalam kegiatan berkomputer. Mesti antre.

Hal seperti itu, terjadi pertengahan April 2026 kemarin. 30 dari 50 komputer SMPN 1 Kedewan internetnya mendadak galat saat sedang dioperasikan siswa-siswi untuk mengerjakan tes kemampuan akademik (TKA).

“Sehingga, (20 komputer, red) dipakai bergantian. Belum selesai semua, waktu sudah habis,” keluh Kepala SMPN 1 Kedewan Wahyudiono ketika ditemui Bojonegoro Raya di sekolahnya, Rabu (22/4/2026) pagi.

Sebentar lagi, lanjut Wahyudiono, bakal ada ujian asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) untuk siswa-siswinya. Online. Pakai komputer. Tentu, sekolahnya bakal kelimpungan.

‘’Kalau sudah dipakai untuk ANBK lalu ngeblank (galat, red), akhirnya susulan. Dan, ANBK susulan itu belum jelas juga,’’ imbuhnya.

Wahyudiono berharap, pemerintah bisa memfasilitasi penguatan sinyal internet untuk SMPN 1 Kedewan. Salah satunya, membangun menara seluler di dekat SMPN 1 Kedewan.

‘’Saat ini, tower (menara seluler, red) itu baru ada di KecamatanPadangan,” ungkapnya. (man/sab/kza)

— Artikel ini bagian dari Majalah Pintar yang diterbitkan Bojonegoro Raya, Sabtu (2/5/2026) lalu. Menepati Hari Pendidikan. Beredar digital, dalam format pdf dan flipbook.

Baca Juga :  Jika Sekolah Rakyat Berdiri, Cemas Bangku Tak Terisi
error: Content is protected !!