Aisyiyah Bojonegoro Gelar Layanan Terpadu Cegah Perkawinan Anak di Dander

27/10/2026
KOLABORASI: Camat Dander, Kepala KUA Dander, jajaran PD Aisyiyah bersama-sama gelar konsultasi dan edukasi pencegahan perkawinan anak. (Foto: Istimewa).

BOJONEGORORAYA – Menyapa anak muda dan memberi edukasi pencegahan perkawinan anak atau nikah dini. Upaya mengurangi angka perkawinan anak di Bojonegoro, yang masih tinggi.

Butuh gerak bersama melibatkan ragam unsur masyarakat mencegah perkawinan anak. Kolaborasi mendatangi kantong-kantong angka nikah dini di Bojonegoro. Membuka konsultasi dan ruang dialog serta intervensi mencegah problem sosial ini.

Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Bojonegoro gelar program Inklusi di pendapa Kantor Kecamatan Dander, Senin (26/10/2026). Yakni, kegiatan Layanan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak.

‘’Kami memilih Dander karena kecamatan ini selalu masuk dalam tiga besar dengan kasus perkawinan anak terbanyak di Bojonegoro,’’ tutur Siti Nurhayati senior program Inklusi PDA Bojonegoro.

Nur sapaannya mengatakan, kegiatan konsultasi seperti ini bukan kali pertama. Sebelumnya sudah berlangsung di Kecamatan Balen. Tujuannya sama, yaitu menekan kasus perkawinan anak.

PDA, menurut Nur, berkolaborasi dengan psikolog dari UPT PPA, kantor urusan agama (KUA), dan puskesmas. Bentuknya, membuka layanan konsultasi secara terpadu.

Layanan terpadu ini hadir sebagai bentuk intervensi di wilayah yang membutuhkan perhatian khusus. Kolaborasi untuk mencegah nikah dini di Bojonegoro.

Perkawinan Anak Bisa Berdampak Stunting

Camat Dander Teguh Wibowo mengapresiasi Inklusi PDA Bojonegoro konsisten mendukung pemerintah menekan kasus perkawinan anak.

‘’Dampak pernikahan anak itu sangat luas dan kompleks. Ketika anak menikah dini dan langsung memiliki keturunan, bayinya pun berpeluang besar mengalami stunting. Jadi dampaknya berantai dan tidak sederhana,” tutur Teguh.

Kepala KUA Dander Ali Musthofa memaparkan materi tentang penguatan keluarga muda untuk menjadi keluarga sakinah. Materi berlanjut edukasi kesehatan terkait risiko pernikahan dini dari Puskesmas Dander.

Peserta juga mendapatkan layanan konsultasi psikologi bersama psikiater dari UPT PPA Kabupaten Bojonegoro. Layanan unggulan dalam kegiatan ini untuk mencegah nikah dini. (man/kza)

Baca Juga :  Bojonegoro Bakal Punya Museum Baru, Soft Launching Tahun Ini